Sabtu, 18 September 2010

(^^,)


Sekali ini, berikanlah aku jawaban untuk yang sekali ini Tuhan,,, ;p
Amiiinnnn,,,,,,,,,,,,

Karena aku ingin berjuang sekali lagi,,,

Adakalanya aku berfikir,,
Sekiranya Tuhan mengambil sesuatu yang "baik", pastilah Ia ingin memberikan yang "terbaik"
Tuhan, ajar aku
Ajar aku untuk mengetahui semuanya
Mengenal dan mengetahui jalanMu yang terindah
Amiiinnnnn

Sabtu, 11 September 2010

warisan yang berharga

Seorang lelaki setengah baya berjalan perlahan. Dengan memegang sebuah map, dia berdiri tegap di tengah kerumunan orang yang berpakaian rapih dan perlente. Dia berdiri disana, dengan pakaian sederhananya, mungkin dialah satu-satunya orang yang tidak datang dengan bentuk tubuh putih, sipit dan gaya ataupun pakaian yang menunjukkan kekayaannya. Sebenarnya tidak ada yang spesial darinya, bahkan dia mungkin tidak akan nampak mencolok dan dipandang sebelah mata. Dengan perawakan cenderung kurus dan kecil, dia memasuki salah satu sekolah swasta termahal di kota ini. Dan aku melihatnya dari balik kaca di salah satu ruang tunggu di sekolah itu. Sesudah beberapa saat aku terpana dengan kemegahan dan banyaknya piala yang dipajang di sekolah ini. Tiba-tiba pria itu datang dan berkata, "kamu diterima di sekolah pagi disini.", katanya singkat sambil menggenggam tanganku pulang.
Ya, dia adalah ayahku.....


Latar belakang yang keras membuatnya menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan keras kepala. Tidak jarang dia bersitegang ketika banyaknya hal yang tidak sejalan dengan keinginan maupun prinsipnya. Dia adalah seseorang yang memiliki pemikiran dan visi yang panjang. Apapun akan dilakukannya untuk kesejahteraan orang yang berada di sekitarnya, sekalipun mungkin itu akan mengorbankan harga dirinya.
Namun, sifatnya yang keras itu dibawanya ke rumah. Masih hangat dalam ingatanku bagaimana dia menghukum kedua kakakku dengan sapu lidi atau berdiri dengan satu kaki ketika mereka mendapat nilai yang buruk atau tidak dapat menjawab pertanyaan. Namun aku adalah orang yang termasuk beruntung karena ketika aku bersekolah, dia sudah "insaf" dan tidak lagi menerapkan gaya kolonial.
Kebiasaannya yang sangat aku sukai adalah ketika pembagian rapot. Bila pembagian rapot tiba dan hasilnya bagus, dia selalu menjemputku dan membawaku ke toko kue untuk makan kue daging, sosis dan es krim rasa durian. Teringat bagaimana setiap hari kamis, aku selalu menunggu sosok berpakaian seragam membawakanku majalah bobo, ataupun setiap kali ulang tahun dia selalu membawakanku kue tart buah dengan rhum, hmm, yummy...

,,,ayahku,,,,

Dialah orang yang tersenyum ketika pertama kali aku menggenakan pakaian seragam SMP dan berkata,"anakku sudah besar, sudah gadis sekarang"
Dialah orang yang selalu bercerita bagaimana susahnya hidup jaman dahulu, harus bersepeda jauh bila sekolah, menghapal pelajaran tanpa ada penerangan lampu seperti sekarang dan bagaimana perjuangannya hingga sampai sekarang.
Dialah orang yang dengan sedih menolak permintaanku ketika tuti kecil dengan egoisnya meronta-ronta untuk ikut les ini-itu seperti kakak-kakakku yang lain dan dia hanya berkata "seandainya aku bisa..."
Dialah satu-satunya orang yang pagi-pagi memasakkanku nasi goreng (dalam artian sebenarnya, dimana nasi hanya digoreng dengan bawang dan garam tanpa bumbu lain) ketika kami hanya berdua di rumah. Tapi tahukah kalian, itu adalah nasi goreng terenak yang pernah aku makan dan melebihi koki manapun.
Dialah orang yang paling khawatir dan selalu menelfonku ketika aku berada di papua.
Dialah orang yang paling kecewa ketika aku gagal meraih mimpiku walau dia tidak pernah menunjukkannya karena yang dia pikirkan bukanlah keberhasilanku namun perasaanku yang telah berjuang dan gagal. Yang utama bagi dia hanyalah menjaga hatiku dan bukan masalah gagal atau berhasil.
Dialah orang yang kelihatannya keras namun yang paling sedih dan menangis malam-malam ketika aku putus cinta dan ditinggal pergi (i still remember that face).

Namun satu hal yang akan selalu aku ingat tentang beliau,, Dia selalu berkata, "aku tidak akan mewariskan harta, yang kuwariskan hanyalah ilmu". Dia selalu berusaha yang terbaik soal pendidikan. Dialah yang terus mendukungku untuk sekolah, untuk tidak berhenti belajar dan terutama untuk bangga dengan sebuah kegagalan,, (tanpa kegagalan orang tidak akan menghargai apa yang didapatnya -ayahku-).

Ketika kata-kata tidak akan cukup menggambarkan tentang dirimu
Ketika do'a tidak cukup panjang kulantunkan atas namamu
Ketika itulah aku hanya bisa satu hal
Berterimakasih pada Tuhan
Dan berkata, "jagai dia, Tuhan,, jagai AYAHKU"

Sabtu, 04 September 2010

dOkT3r = wajib belajar 30 tahun


Namanya juga dokter, kegiatannya kan cuma sekola, sekola ma sekola lagi... Tapi kalo mau jujur, ternyata tubuh manusia emang ga sepenuhnya bisa dimengerti. Tersimpan benar2 rahasia dan kebesaran Tuhan. Kenapa coba harus ada berbagai macam spesialisasi? Seandainya manusia sadar bahwa dia tidak bisa memahami semuanya sehingga orang menggali serpihan kecil, misalnya tentang dalam, saraf, dan lainnya. Artinya? Itu semua menandakan kelemahan manusia karena manusia tuh banyak ga ngertinya. Emang Tuhan itu maha besar. Bayangin ajah, seorang dokter umum, mereka tahu semua tapi hanya bersifat superfisial ajah. Ketika seorang dokter mengambil spesialisasi maka dia bisa mengetahui lebih dalam, namun hanya dalam satu bidang. Makanya gw suka ngerasa bingung. Betapa banyaknya dokter yang takabur. Padahal dia seharusnya sadar bahwa dia tidak tahu apa-apa dan hanya mengais sedikit dari ilmu yang Tuhan berikan melalui tubuh seorang anak manusia. Belum lagi pertengkaran yang ga jarang terjadi. Janganlah menganggap bagian kecil itu dengan sebelah mata. Hanya karena masuk bagian besar bukan berarti seseorang itu lebih dibandingkan dengan lainnya.

Bayangkan jika tidak ada dokter radiologi yang membaca CT Scan dan hasil rontgen2 itu, dokter patologi klinik yang memeriksa hasil laboratorium pasien, dokter patologi anatomi yang menentukan secara pasti penyakitnya dan menentukan apakah tumor bersifat ganas atau tidak, atau bagian lainnya. Tidak bertemu pasien bukan berarti mereka tidak memiliki kompetensi. Dan memiliki pasien banyak bukan berarti menjadi lebih tahu, bahkan bisa saja menjadi "hanya terbiasa". Cobalah untuk bekerjasama antar bagian, hindari konflik dan saling menyalahkan dan jangan lupa untuk saling menghormati karena mereka sudah belajar lebih banyak di bagiannya masing2. Janganlah menganggap diri pintar, karena kalau kita merasa pintar, kenapa juga kita harus sekolah? Sekarang gw makin belajar malah makin menyadari bahwa gw makin banyak ga taunya.... Intinya sih, jadi dokter itu wajib belajar 30 tahun bahkan kita punya slogan,, medicine is a never ending study... God Bless everyone...

Rabu, 01 September 2010

maapin yeee

Lebaran sebentar lagi,,, Yup, bentar lagi juga puasa berakhir, artinya kembali kalo jaga ngabisin duit (huhuhuhu). Hahahaha, sebenernya gw seneng kalo jaga pas lagi bulan puasa kaya gene pasalnya dari rumah sakit dapet nasi tiap buka dan sahur (baca: menghemat uang dan terbebas dari kebosanan makanan di seruni, hahaha). Keuntungan lainnya adalah pasien yang datang sedikit yang artinya gw akan dapet kesempatan buat tiidduurrr, hahahaha lagi... Banyak banget emang berkah bulan ini. Salah satu contohnya dimana orang-orang akan menahan marah sering (ini nih yang gw suka), hohoho jadi gampang buat melakukan kejahilan. Trus jalanan jadi sepi kalo pagi2 mau ke rumah sakit. Tapi bete bnaget kalo ke mall hare gene, semua orang berburu belanja, alhasil gw ngantri panjang buanged cumaa mau beli kolor doang, hahaha... Terusannya lagi, kalo bulan puasa kaya gini rasaya semua jadi naik, semua harga naek deh. Jadi bt, huhuhuhu.... Tapi, dari dasar lubuk hati gw yang paling dalam, gw ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf jika selama ini tulisan yang gw buat menyakiti baik secara langsung atau tidak langsung. Pastinya gew dimaapin kan yaaaa??? Hahahahha,,,

Sabtu, 28 Agustus 2010

pelajaran dari seorang tukang jamuku.....


Dinginnya pagi ini tidak akan mengalahkan aku. Sambil memarut, aku memalingkan wajahku ke tempat. Tidur. Rumah ini bahkan tidak memiliki pintu, pikirku. Namun aku bersukur karena aku dapat dengan mudah melihat anak-anakku dari dapur. Aku tersenyum. Karena merekalah aku berjuang, karena cintaku. Merekalah alasan mengapa aku tetap bertahan bangun sepagi ini. "Maafkan ibu, nak.", kataku lirih. Tak terasa air mata ini megalir. Padahal seharusnya waktu sudah menghapus semua kenangan itu namun entah mengapa bayangan itu terus membayangi.

Aku segera membereskan semua keperluanku dan sarapan pagi anak-anak. Perlahan aku membangunkan mereka. "Andi, ani,, bangun.". Berulang kali kupanggil namun mereka tak kunjung bangun. "Nanti terlambat sekolah" kataku setengah berteriak setelah tidak berhasil membangunkan mereka dengan halus. Mereka mulai menggeliat dan menggerutu. Si kecil andi berteriak,"andi ga mau sekolah!". "ANDI", bentakku yang mulai tidak sabaran. "Kamu mau terus-terusan seperti ini? Kamu mau susah terus? Kamu mau selalu terlambat bayaran sekolah? Ibu sudah susah payah menyekolahkan kamu, kamu malah merengek tidak mau sekolah. Ibu berjalan seharian, bangun dari pagi, jalan berkilo-kilo meter demi siapa? Demi kamu! Supaya kamu ga seperti ibu lagi!", teriakku sambil hampir menangis. Sekilas aku melihat andi hampir menangis sambil dipeluk kakaknya. Kemudian kakaknya membawanya dan memandikannya. Aku ingin menangis. Sebenarnya aku tidak tega membentaknya. Maafkan ibu, nak kataku dalam hati. Kami sarapan dalam keadaan diam. Ani, si kakak memecah keheningan kami dengan berpamitan dan mencium tanganku. "Kalian hati-hati di jalan. Maafkan ibu tadi marah-marah ya," kataku sambil mengelus kepala Andi. Anak itu tersenyum, Malaikat keclku. Dia bahkan sudah bisa melupakan semuanya. Kembali kupandangi mereka dari kejauhan.

Dan kembali aku meratapi kehidupan ini. Aku pergi dan memulai perjalanan ini. Kugendong barang jualanku. Ya, aku ini adalah seorang penjual jamu. Aku mencari peruntungan ke kota ini karena aku sudah tidak tahan di desa. Suamiku, maaf mantan suamiku lebih memilih gadis lain. Dia bermain di belakangku ketika aku bekerja di sawah. Kelakuan yang bejat. Sejak saat itu aku berjanji akan pergi dan disinilah aku berada.

Mencari peruntungan di kota yang terkadang tidak bersahabat ini. Namun aku sadar bahwa aku tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dengan berbekal uang hasil menjual sawah yang diwariskan orang tuaku, aku memberanikan diri membuat jamu. Suatu keahlian yang dimiliki eyang. Beruntung semenjak kecil aku sering membantu eyangku. Setidaknya aku tidak harus bergantung pada pria tak tahu malu itu. Berat rasanya membiaya hidup kedua anakku seorang diri namun tidak seberat perjuanganku sehari-hari. Gunjingan karena statusku sebagai janda, godaan berbagai macam lelaki hidung belang yang berusaha merayu dan berjanji gombal akan menjagaku dan anak-anakku padahal mereka hanya mau untuk mengajakku tidur, cemoohan yang dirasakan bukan saja olehku namun juga anak-anakku karena aku meminta mereka untuk berjualan di sekolah mereka, belum lagi perjalanan yang harus aku tempuh. Panas terik, jarak yang jauh seakan tidak kuingat. Tapi aku tetap berjuang, karena hidup ini belumlah berakhir..........

Rabu, 18 Agustus 2010

me


Hm, banyak orang yang ternyata belum kenal gw sepenuhnya. Sebenernya siapa juga gw sampe orang laen harus mengerti gw? Hehehehe, cuma ngerasa sebel ajah kadang-kadang denger omongan orang dan terkadang menyentil keidupan gw padahal gw ga pernah peduli sama keidupan orang laen, mau orang laen jungkir balik juga gw ga peduli dan karena itulah gw punya prinsip jgn pernah usik keidupan gw. Sok baik sama gw atau empati and all the shit.. Gw adalah gw. Urus ajah keidupan kita masing2, ga usahlah ngurusin urusan orang laen. Belum tentu keidupan lo juga beres kan?? Dan inilah gw,,, Miss independent yang ga suka bergantung ama orang. Karena itu gw paling ga suka sama orang-orang yang kerjaannya minta dijemput. Perasaan gw dari dulu kerjaannnya ngejemputin orang mulu deh. Mentang2 gw ga suka nebeng dan ga pernah mau nyusahin orang ehh,,, malah gw yang ditebengin terus dan musti nganter sampe rumahnya. Makanya sekarang gw agak menjauhi orang2 yang kerjanya cuma mau nebeng gw doang, meminimalisir kontak daripada gw yang bete sendiri. Sori, cuma gw capek ntuk selalu jadi peri baik hati.

Gw adalah gw. Gw paling ga suka kalo orang udah mulai mendekati 'barrier' gw. Maksudnya gini, gw selalu mempunyai batas dimana orang bisa ngedekitin ge. Selalu ada batas, makanya gw ga suka bawa temen gw ke rumah karena jujur, gw ga terlalu mudah percaya sama orang. Jadi, maap ajah kalo gw kesannya selalu ada 'jarak' sama orang laen. Ya, karena ga semua yang gw punya mau gw bagiin, termasuk keidupan gw......

Ada lagi yang aneh. Sometimes they judge me karena warna rambut gw yang berubah2, cara berpakaian gw yang menurut gw biasa ajah, cara gw berteman (yang menurut sebagian orang kayanya 'nakal' hanya gara2 gw berteman dengan banyak cowok) atau sebagai party girl. Semua itu semu. Berarti lo sama sekali ga kenal sama gw. Padahal I'm just an ordinary person. Seseorang yang ga neko-neko. Ga repot, ga suka milih2 temen, ga sungkan untuk dekat dengan siapa ajah, termasuk orang yang dianggap remeh sekalipun karena gw tau, orang yang dianggap paling rendahpun memiliki berlian yang tersimpan rapi. Jadi, don't judge a book by it's cover... Sekali lagi buat orang yang di luar sana,, dont judge me if u dont know me,,,,,,,

Minggu, 15 Agustus 2010

damn, it's true


Hari ini gw denger cerita sedih lagi tentang (kalo gw bisa ngomong) kebodohan seorang cewe. Seorang cewe yang curhat tentang seorang cowo yang dah lama nggak ngubungin dia. Kali ini gw bakalan nulis tentang kebiasan buruk cewe dalam ngadepin cowo. Well, buat cewe, entah kalian mau ngakuin atau tidak tapi berdasarkan survei ini adalah kelakuan yang biasanya kalian kerjakan... Ga peduli kalian mau setuju atau ga, tapi coba deh lo jujur sama diri sendiri atau setidaknya tulisan ini bisa dijadiin pembelajaran buat para cowo supaya kalian bisa ngerti kenapa cewe adalah makhluk paling aneh sedunia...
  1. Ketika seorang cowo udah mulai nelfon seorang cewe, si cewe bakalan menganggap itu semua adalah "signal" bahwa kalian menyukai si cewe. Setiap gerakan kalian, hal terkecil sekalipun akan disalah artikan sebagai bentuk perhatian kalian pada sang cewe (yang umumnya ga selalu berarti seperti itu). Misalnya ajah, kaya seorang cewe diadd di jejaring sosial, diminta pin BBM, atau bilang kalau senang kenalan sama sang cewe, itu semua sudah dianggap bahwa si cowo suka sama si cewe. Sedih, tapi begitulah seorang wanita. Bodoh dan mau ajah ketipu sama hal remeh temeh kaya gituan.
  2. Jangan sakit hati ketika seorang cowo mengatakan bahwa mereka "akan menelfon kembali" but they never did it. Believe me, take your breath,,, they say it to thousand girls outside!!! Itu adalah tanda bahwa si cowo itu sama sekali ga naruh perhatian sama lo. Buat para cowo, tahukah kalian bahwa para cewe itu menunggu dan selalu melihat ke handphone mereka? Mendingan kalian jangan menjanjikan apapun karena itu lebih baik.
  3. Cewe umumnya selalu obsesif kompulsif kaya misalnya mereka selalu ngeliat wall di situs jejaring sang cowo, ngeliat kalian add siapa bahkan bisa sakit hati dan menangis seharian kalo kalian ngeadd cewe, atau nulis di wall seorang cewe. Pernah tuh gw dapet curhatan dari temen yang hapal tanggal berapa si cowo nulis di wall seorang cewe. Temen gw sampe googling tentang cewe tersebut, bahkan bisa menangis. Atau cerita seorang teman yang setiap 10 menit ngeliatin wall si cowo. Bener-bener kelainan jiwa??? Mungkin para cewe akan tersenyum sendiri karena apa yang gw tulis ini bener, dan mungkin para cowo bakalan terkaget-kaget dengan hal yang gw bilang. Well, itulah yang terjadi, dude!!! Jadi berhati-hatilah terhadap seorang wanita.
  4. Buat kalian para cewe, janganlah terlalu menjadi drama queen yang nganggep semuanya akan baik2 saja. Face the truth, the reality. Jangan terlalu mendengarkan suara temen2 yang mendukung dengan bilang bahwa si cowo bakalan ngubungin lagi, atau mengiming-imingi kalian dengan love story mereka. Kaya kakak gw yang menjejali dengan kata2, "aku ajah ga berhubungan dengan abangmu selama setahun. Tapi kita akhirnya kawin juga." Well, face the reality. You are who you are, you have ur own way. Ceritanya ga selalu sama. Jangan berharap hal yang sama karena ga semuanya akan berakhir dengan happy ending. Dan selalu ingat wahai para wanita, janganlah mendukung teman kalian karena kalian tidak mau menyakiti perasaan mereka. Katakanlah yang sesungguhnya dan jangan terlalu terbuai fairytale yang akan membuai kalian dengan harapan si prince charming itu akan menghubungi kalian dan kalian akan hidup happily ever after (padahal dah ga ada komunikasi). Kasian bener....
  5. Berusahalah jujur pada diri sendiri. Terkadang para wanita sudah buat jujur sama dirinya sendiri. Merasa bahwa si cowonya masih ada rasa padahal dah ga menghubungi beberapa lama. Tetap berharap. Please, move on... I know it's hard to do.... Jujurlah dan jangan lupa pake logika kalian.
Hm, gw ngomong kaya gini juga karena gw pernah menjadi bodoh. Sama seperti jutaan cewe di luar sana dan gw ga mau kalian ngalamin hal yang sama kaya gw. Gw berharap kalian mendapat pelajaran dari apa yang terjadi pada makhluk yang memang terlalu manis dan halus perasaannya dan cenderung menjadi orang bodoh ketika mencintai seseorang.

Semoga kalian semua bisa mendapat kebahagiaan kalian sendiri, gw doain yaaa....

GB......