Ini cerita anak gw..
Bocah yang sekarang udah 8 bulan :)
Seseorang yang selalu tersenyum.. Iya, anak gw hanya tau tersenyum. Apapun, siapapun dan dimanapun dia selalu tersenyum.. Kadang gw liat dia, gw jadi nangis.. Semalem, badan gw rasanya sakiiittt banget akibat beberapa hari ini kurang tidur, ketakutan ga selese tugas sekolah sama jaga malem. Kemaren badan gw dah rontok ditambah pula dengan radang payudara (lagi) yang rasanya mau bikin gw nangis saking nyerinya plus demam... T-T belum lagi harus bangun jam 3 menuju jakarta buat ngurus visa. Tapi.. Anak itu seakan tau mommynya kesel, sakit.. Dia sebelum bobo senyumin gw sambil elus muka.. Hiks.. Iya, mommy capek banget, unyu...
Unyu... Anak yang paling cool, great, smart!!!
Loxong..
Temenin mommy ya sayang...
Mommy lelah...
Need a break..
Senyumlah, sayang..
Karena senyuman dede selalu bisa ngalahin capek, keselnya mommy..
Anakku sayang...
Senin, 25 Februari 2013
Jumat, 22 Februari 2013
Jengah
Terlalu banyak pemberitaan miring tentang profesi saya membuat saya jengah juga..
Apa kalian tahu bahwa jamkesmas atau gakinda itu TIDAK mensuplai SELURUH biaya medis baik itu pengobatan maupun tindakan? Tidak semua obat ada untuk jamkesmas atau gakinda, dan jangan salahkan dokter, salahkan pemerintah..
Apa kalian tahu bahwa RS SERING penuh??? Buat apa ada RSUD kalau kerjanya hanya merujuk? Bahkan untuk hal ga penting..
Apa kami harus mengusir atau mendoakan orang lain cepat mati supaya ada tempat bagi org yang mau masuk ke RS yang sudah PENUH?
Apa kalian tidak tahu bahwa biaya dokter TIDAK sampai seperlima dari jumlah pengobatan anda?
Apa kalian tidak tahu bahwa MASIH ada dokter yang dibayar 2000/pasien?
Apa kami pernah protes ketika pendapatan kami bahkan lebih kecil dari supir busway? Karena kami sayang dengan NYAWA kalian!
Apa kami tidak boleh berkeluh ketika kami juga harus memberi makan keluarga kami?
Apa kami tidak pusing sementara kami menjaga kalian namun bahkan kami tidak dapat menjaga keluarga kami sendiri?
Apa kalian tidak tahu bahwa kami sangat rentan terpapar infeksi dan membawanya ke rumah kami?
Kalian berteriak pekerjaan kami PENGABDIAN.. Kalian ingin instan, ingin serba gratis tanpa ada usaha. Bentuk pemanjaan, pembodohan serta permainan politik..
Belum lagi media yg tidak punya ot*k, mulut hanya setinggi pant*t.. Menutup kebenaran, membutakan kesalahan..
Respect your doctor, karena mgkn suatu saat nanti kalian yang akan berlari dan memohon pada kami..
Apa kalian tahu bahwa jamkesmas atau gakinda itu TIDAK mensuplai SELURUH biaya medis baik itu pengobatan maupun tindakan? Tidak semua obat ada untuk jamkesmas atau gakinda, dan jangan salahkan dokter, salahkan pemerintah..
Apa kalian tahu bahwa RS SERING penuh??? Buat apa ada RSUD kalau kerjanya hanya merujuk? Bahkan untuk hal ga penting..
Apa kami harus mengusir atau mendoakan orang lain cepat mati supaya ada tempat bagi org yang mau masuk ke RS yang sudah PENUH?
Apa kalian tidak tahu bahwa biaya dokter TIDAK sampai seperlima dari jumlah pengobatan anda?
Apa kalian tidak tahu bahwa MASIH ada dokter yang dibayar 2000/pasien?
Apa kami pernah protes ketika pendapatan kami bahkan lebih kecil dari supir busway? Karena kami sayang dengan NYAWA kalian!
Apa kami tidak boleh berkeluh ketika kami juga harus memberi makan keluarga kami?
Apa kami tidak pusing sementara kami menjaga kalian namun bahkan kami tidak dapat menjaga keluarga kami sendiri?
Apa kalian tidak tahu bahwa kami sangat rentan terpapar infeksi dan membawanya ke rumah kami?
Kalian berteriak pekerjaan kami PENGABDIAN.. Kalian ingin instan, ingin serba gratis tanpa ada usaha. Bentuk pemanjaan, pembodohan serta permainan politik..
Belum lagi media yg tidak punya ot*k, mulut hanya setinggi pant*t.. Menutup kebenaran, membutakan kesalahan..
Respect your doctor, karena mgkn suatu saat nanti kalian yang akan berlari dan memohon pada kami..
Sabtu, 26 Januari 2013
(Bukan) dia
Ini kisah antara aku dan dia..
Aku telah memilihnya..
Dia.. Bukan yang lain.. Hanya dia...
Karena apa yang kulihat, mungkin tidak bisa dilihat yang lainnya...
Dia memang tidak memiliki wajah elok nan rupawan.. Bahkan mungkin termasuk kategori biasa saja...
Dia memang tidak seperti pilihan mereka yang dapat menyediakan rumah lengkap dengan kolam renangnya.. Dia hanya menyediakan sebuah rumah biasa, itupun belum milik pribadi..
Dia memang bukan berasal dari keturunan bangsawan.. Hanya seorang yang lahir dari guru dan pemuka agama..
Dia memang tidak memiliki perusahaan, bukan pengusaha, tidak bekerja di perusahaan asing atau praktisi kesehatan.. Bahkan dia hanya seorang karyawan biasa...
Dia memang tidak diwarisi harta yang mampu membiayai beberapa keturunan.. Atau berkelimpahan.. Dia membiayai hidup dengan kata cukup..
Dia.. Mungkin dia tidak sesuai dengan harapan kalian..
Karena apa yang kulihat, mungkin tidak dapat dilihat yang lainnya..
Menyesalkah aku?
Yang kusesali bukan dia, namun pendapat mengenai dia..
Siapa yang tidak ingin anaknya hidup susah? Aku mengerti.. Namun bukan dengan cara membandingkan..
Setiap orang memiliki jalan dan nasibnya..
Bila yang satu harus tertatih dan yang satu diberi kereta dorong untuk berjalan.. Janganlah menginjak yang tertatih, karena suatu saat nanti dia bisa berlari dan tidak bergantung pada alat dan kereta dorong. Dia berusaha dengan kakinya sendiri..
Tidakkah kalian melihat deritanya? Tidakkah kalian mendengar tangisan dan pintanya?
Dia.. Harus melihat anak dan istrinya berjalan ketakutan, keluar dari rumahnya sendiri untuk menghindari keributan.. Dan itu terjadi bahkan sekejap mata setelah dia meninggalkan buah hatinya.
Dalam kesendiriannya, dia ketakutan akan trauma yang kadang datang menghampirinya. Dia mencoba bertahan, sendiri,, tanpa berusaha mengganggu orang lain...
Dia ingin memeluk buah hatinya, melihat setiap detail perkembangan anaknya.. Berada di samping darah dagingnya.. Memeluk bila anak itu menangis.. Dia juga ingin ditemani, namun sekali lagi.. Hidup itu pilihan...
Dalam kebimbangan, ketakutan, kecemasan, dia masih harus berusaha untuk tetap bertahan hidup.. Bagaimanapun caranya. Sekalipun dia harus setengah mati, terseok dipermainkan cuaca.. Sekalipun rasa malas terkadang menghadang... Namun dia mencoba untuk tetap bertahan hidup... Walau diterpa beku dan salju, asalkan orang yang disayanginya tetap hangat,,, dia tetap maju...
Caranya mungkin berbeda.. Tidak seperti layaknya orang pada umumnya..
Sekali lagi harus kukatakan.. Maafkan jika dia memang tidak sesuai dengan harapan..
Tapi aku percaya padanya, aku mencintainya..
Karena apa yang kulihat, mungkin tidak dapat dilihat yang lainnya...
Aku telah memilihnya..
Dia.. Bukan yang lain.. Hanya dia...
Karena apa yang kulihat, mungkin tidak bisa dilihat yang lainnya...
Dia memang tidak memiliki wajah elok nan rupawan.. Bahkan mungkin termasuk kategori biasa saja...
Dia memang tidak seperti pilihan mereka yang dapat menyediakan rumah lengkap dengan kolam renangnya.. Dia hanya menyediakan sebuah rumah biasa, itupun belum milik pribadi..
Dia memang bukan berasal dari keturunan bangsawan.. Hanya seorang yang lahir dari guru dan pemuka agama..
Dia memang tidak memiliki perusahaan, bukan pengusaha, tidak bekerja di perusahaan asing atau praktisi kesehatan.. Bahkan dia hanya seorang karyawan biasa...
Dia memang tidak diwarisi harta yang mampu membiayai beberapa keturunan.. Atau berkelimpahan.. Dia membiayai hidup dengan kata cukup..
Dia.. Mungkin dia tidak sesuai dengan harapan kalian..
Karena apa yang kulihat, mungkin tidak dapat dilihat yang lainnya..
Menyesalkah aku?
Yang kusesali bukan dia, namun pendapat mengenai dia..
Siapa yang tidak ingin anaknya hidup susah? Aku mengerti.. Namun bukan dengan cara membandingkan..
Setiap orang memiliki jalan dan nasibnya..
Bila yang satu harus tertatih dan yang satu diberi kereta dorong untuk berjalan.. Janganlah menginjak yang tertatih, karena suatu saat nanti dia bisa berlari dan tidak bergantung pada alat dan kereta dorong. Dia berusaha dengan kakinya sendiri..
Tidakkah kalian melihat deritanya? Tidakkah kalian mendengar tangisan dan pintanya?
Dia.. Harus melihat anak dan istrinya berjalan ketakutan, keluar dari rumahnya sendiri untuk menghindari keributan.. Dan itu terjadi bahkan sekejap mata setelah dia meninggalkan buah hatinya.
Dalam kesendiriannya, dia ketakutan akan trauma yang kadang datang menghampirinya. Dia mencoba bertahan, sendiri,, tanpa berusaha mengganggu orang lain...
Dia ingin memeluk buah hatinya, melihat setiap detail perkembangan anaknya.. Berada di samping darah dagingnya.. Memeluk bila anak itu menangis.. Dia juga ingin ditemani, namun sekali lagi.. Hidup itu pilihan...
Dalam kebimbangan, ketakutan, kecemasan, dia masih harus berusaha untuk tetap bertahan hidup.. Bagaimanapun caranya. Sekalipun dia harus setengah mati, terseok dipermainkan cuaca.. Sekalipun rasa malas terkadang menghadang... Namun dia mencoba untuk tetap bertahan hidup... Walau diterpa beku dan salju, asalkan orang yang disayanginya tetap hangat,,, dia tetap maju...
Caranya mungkin berbeda.. Tidak seperti layaknya orang pada umumnya..
Sekali lagi harus kukatakan.. Maafkan jika dia memang tidak sesuai dengan harapan..
Tapi aku percaya padanya, aku mencintainya..
Karena apa yang kulihat, mungkin tidak dapat dilihat yang lainnya...
Sabtu, 05 Januari 2013
A journey of faith
Selamat tahun baruuuuu....
Semoga keberuntungan ngikutin kita terus...
Bicara soal taun baru, dulu perasaan tiap tahun baru, gw selalu melihat dari tiga aspek kehidupan gw. Satu, malah personal gw.. Misalnya, tahun ini pencapaian gw apa aja.. Menimbang lebih banyak berhasil apa ga, udah berapa banyak mimpi yang tercapai. Nah, itu kasus pertama. Hal kedua adalah soal keluarga. Apa harapan gw buat keluarga, bla bla bla... Dan yang terakhir,, soal jodoh.. Untuk soal yang satu ini doa gw kecil2 suaranya, belagak ga butuh tapi ngarep juga.. Wkwkwkw.. Tapi entah kenapa setiap tahun rasanya ituuu ituuu aja yang terjadi. Gagal maning, gagal maning. Nah,, suatu ketika dalam kebaktian penutupan akhir tahun, gw disuruh menyederhanakan permintaan gw. Jadilah, dalam beberapa tahun belakangan itu doa gw buat setahun misalnya, lebih bersyukur, atau lebih baik atau lebih bersukacita. Hal sederhana namun gw lebih merasa puas dibandingkan dengan kebiasaan three wishes gw tadi.
Tapi kali ini, gw akan berbeda.. Gw mau buat list apa yang gw pengenin dalam kehidupan jauh ke depan. Mungkin istilahnya.. Jangka panjang.. Dan gw mau cek satu persatu harapan gw suatu saat nanti. Dan inilah harapan gw.. (acak yaaa, bukan berdasarkan prioritas, kecuali yg nomersatu,, hehehe,,,,)
Semoga keberuntungan ngikutin kita terus...
Bicara soal taun baru, dulu perasaan tiap tahun baru, gw selalu melihat dari tiga aspek kehidupan gw. Satu, malah personal gw.. Misalnya, tahun ini pencapaian gw apa aja.. Menimbang lebih banyak berhasil apa ga, udah berapa banyak mimpi yang tercapai. Nah, itu kasus pertama. Hal kedua adalah soal keluarga. Apa harapan gw buat keluarga, bla bla bla... Dan yang terakhir,, soal jodoh.. Untuk soal yang satu ini doa gw kecil2 suaranya, belagak ga butuh tapi ngarep juga.. Wkwkwkw.. Tapi entah kenapa setiap tahun rasanya ituuu ituuu aja yang terjadi. Gagal maning, gagal maning. Nah,, suatu ketika dalam kebaktian penutupan akhir tahun, gw disuruh menyederhanakan permintaan gw. Jadilah, dalam beberapa tahun belakangan itu doa gw buat setahun misalnya, lebih bersyukur, atau lebih baik atau lebih bersukacita. Hal sederhana namun gw lebih merasa puas dibandingkan dengan kebiasaan three wishes gw tadi.
Tapi kali ini, gw akan berbeda.. Gw mau buat list apa yang gw pengenin dalam kehidupan jauh ke depan. Mungkin istilahnya.. Jangka panjang.. Dan gw mau cek satu persatu harapan gw suatu saat nanti. Dan inilah harapan gw.. (acak yaaa, bukan berdasarkan prioritas, kecuali yg nomersatu,, hehehe,,,,)
Gw pengen.....
- Hidup bareng sama suami dan anak gw. Selama ini kami terpisah, dia nampak keliling dunia, skrg di Inggris, gw masih di paris van java.. Kaga nahannn T-T
- Pengen selesai spesialis (AMIIIINNNN)
- Pengen ambil sekolah subspesialis atau kursus neurology di luar negri
- Pengen beli rumah sendiri.
- Pengen stay di luar negeri.
- Pengen punya mobil2 Sendiri (jamak ya,, bukan singular,,, heheeee)
- Pengen ngasih sesuatu buat bokap gw
- Pengen punya rumah sakit
- Pengen punya anak lagi
- Pengen jadi orang tua yang bisa mendidik dan membawa anak2 menuju keberhasilannya sendiri
- Pengen jadi neurolog terkenal...
- Pengen jadi org yg humble, damai dengan orang2
- Pengen ngebahagiain suami dan anak
- Aahhh,, rasa rasanya kalo gw terusin ga bakalan bisa berhenti. Tapi yang terutama adalah gw pengen setiap langkah gw diberkatin.. Ok.. That my wishes,, how about yours? Hopefully all our dreams come true..
Kamis, 29 November 2012
#unyu 5 mo :)
Ini kisah tentang anakku..
Anak yang sekarang berumur 5 bulan..
Kemarenan, sempet tuh produksi ASI gw seret.. Awalnya kan buanyakkk dan ASIP sampe memenuhi freezer bahkan sampe tu freezer sulit buat ditutup. Semua botol dan plastik-plasik ASIP dah dijejelin ga keruan. Namun ternyata, sang baby pas menginjak 3 bulan konsumsi minumnya meningkat dengan drastis. Dari yang awalnya 700-800 cc/hari jadi sampe lebih dari seliter per hari. Bayangin ajah, sekali minum 180cc bahkan langsung 200 cc. Dan dia minum 8 kali atau lebih. Kepala gw langsung pening ngeliat isi freezer yang semakin menipis, mana gw jadwal jaga malemnya masih banyak jadi urusan pompa memompa agak susah... Alhasil makin lama isi kulkas benar-benar menipis secara dahsyat. Dan ASI gw udah ga mencukupi kebutuhannya dan akhir-akhir ini makin kurang. FYI, sekarang sehari pompa 800 cc.. Maka gw cobalah pake sufor. Kasian,, anak gw ga suka sama sufor. Dia kalo dikasi sufor harus dalam kondisi tidak sadar alias bobo. Bahkan pernah tuh gw uji coba dua botol. Satu sufor satu ASI. Nah, gw kasih pas lagi bobo. Ternyata sufor ga diminum, dikasi asi diminum trus iseng ganti sufor lagi, dia ga minum alhasil ASI saja.. Dan berat badannya hanya naik 0,5 dalam sebulan (biasanya sekilo-an naiknya per bulan). Frekuensi minumpun makin jarang. Makanya, daripada gw paksain sufor... Gw lebih memilih memberi si unyu kesayangan gw MPASI.
MPASI home made buatan gw ini berasal dari beras merah tumbuk yang dimasak sama air dan dikasi pisang, atau pepaya plus ASI. Untunglah mau dimakan. Seneng banget. Masih harus banyak belajar sih. besok mau cobain pake labu, nyobain alpuket sama sayur juga. Oh ya.. Sebaiknya ga perlu ditambahin gula or garem ya moms. Kalo mau ringkes, pake instan? Sebaiknya pilih-pilih. Jangan yang ditambah glukosa moms..
Berikut ini beberapa resep buat si unyu:
Bubur susu pepaya
Bahan:
Cara membuat:
Catatan: pepaya dapat diganti dengan wortel yang direbus dan dihaluskan, maka jadilah Bubur beras merah wortel :)
Atau dapat diganti beras merah dengan beras putih dan dicampur dengan alpukat, maka jadilah Bubur Alpukat :)
Atau bisa dibuat bubur nasi yang ditambah sayur bayam dan buah.. intinya.. be creative mom.. Kenalkanlah berbagai macam variasi makanan yang dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein dan lemaknya. Jangan lupa, jika ASIX penambahan fe diperlukan ya moms.
Oh, ya.. bisa juga ditilik berbagai resep disini atau disini juga bisa..
Selamat mencoba.. Keep healthy mom n babies.. Salam sehat dari baby NLO :)
Anak yang sekarang berumur 5 bulan..
Kemarenan, sempet tuh produksi ASI gw seret.. Awalnya kan buanyakkk dan ASIP sampe memenuhi freezer bahkan sampe tu freezer sulit buat ditutup. Semua botol dan plastik-plasik ASIP dah dijejelin ga keruan. Namun ternyata, sang baby pas menginjak 3 bulan konsumsi minumnya meningkat dengan drastis. Dari yang awalnya 700-800 cc/hari jadi sampe lebih dari seliter per hari. Bayangin ajah, sekali minum 180cc bahkan langsung 200 cc. Dan dia minum 8 kali atau lebih. Kepala gw langsung pening ngeliat isi freezer yang semakin menipis, mana gw jadwal jaga malemnya masih banyak jadi urusan pompa memompa agak susah... Alhasil makin lama isi kulkas benar-benar menipis secara dahsyat. Dan ASI gw udah ga mencukupi kebutuhannya dan akhir-akhir ini makin kurang. FYI, sekarang sehari pompa 800 cc.. Maka gw cobalah pake sufor. Kasian,, anak gw ga suka sama sufor. Dia kalo dikasi sufor harus dalam kondisi tidak sadar alias bobo. Bahkan pernah tuh gw uji coba dua botol. Satu sufor satu ASI. Nah, gw kasih pas lagi bobo. Ternyata sufor ga diminum, dikasi asi diminum trus iseng ganti sufor lagi, dia ga minum alhasil ASI saja.. Dan berat badannya hanya naik 0,5 dalam sebulan (biasanya sekilo-an naiknya per bulan). Frekuensi minumpun makin jarang. Makanya, daripada gw paksain sufor... Gw lebih memilih memberi si unyu kesayangan gw MPASI.
MPASI home made buatan gw ini berasal dari beras merah tumbuk yang dimasak sama air dan dikasi pisang, atau pepaya plus ASI. Untunglah mau dimakan. Seneng banget. Masih harus banyak belajar sih. besok mau cobain pake labu, nyobain alpuket sama sayur juga. Oh ya.. Sebaiknya ga perlu ditambahin gula or garem ya moms. Kalo mau ringkes, pake instan? Sebaiknya pilih-pilih. Jangan yang ditambah glukosa moms..
Berikut ini beberapa resep buat si unyu:
Bubur Jagung
Wortel
Bahan :
- 30 gram jagung manis yang pipil
- 30 gram wortel.
- 30 ml air.
- 50 ml ASI/susu formula.
Cara membuat
:
- Kukus jagung manis pipil dan wortel hingga matang.
- Setelah keduanya matang, masukkan jagung dan wortel ke dalam blender untuk dihaluskan (tambahkan air secukupnya).
- Kemudian saring dengan saringan.
Bubur susu pepaya
Bahan:
- 1 sdm tepung beras merah
- air matang
- ASI
- pepaya yang dihaluskan
Cara membuat:
- Tepung beras dimasukkan bersama air dimasak dengan api kecil +/- 10 menit
- Masukkan pepaya, masak sebentar angkat
- Tambahkan ASI
Catatan: pepaya dapat diganti dengan wortel yang direbus dan dihaluskan, maka jadilah Bubur beras merah wortel :)
Atau dapat diganti beras merah dengan beras putih dan dicampur dengan alpukat, maka jadilah Bubur Alpukat :)
Atau bisa dibuat bubur nasi yang ditambah sayur bayam dan buah.. intinya.. be creative mom.. Kenalkanlah berbagai macam variasi makanan yang dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein dan lemaknya. Jangan lupa, jika ASIX penambahan fe diperlukan ya moms.
Oh, ya.. bisa juga ditilik berbagai resep disini atau disini juga bisa..
Selamat mencoba.. Keep healthy mom n babies.. Salam sehat dari baby NLO :)
ART ohh.. ART...
Rasanya udah lamaaa banget ga ngisi blog ini.. Rasanya blog ini jadi hambar.. Hari ini tambahin "garem" ah biar berasa.. Heheehhe... Kali ini gw mau bicara tentang problema emak-emak.. Sebagai ibu-ibu muda yang masih rempong sama urusan sekolah, sudah pasti urusan bayi jadi kendala khusus. Pertanyaannya, anak gw siapa yang urus? Ga sedikit yang mempercayakan sama ART. Sekilas info, berbagai usaha udah dicoba biar dapet ART. Sebenernya sih bonyok gw udah punya ART yang ngurusin sejak gw SD sampe gw beranak begini. Tapi, dia kini menggantung "serbet" label ART dari pundaknya untuk mengurus anak semata wayangnya itu. Beuh, mana si baby NLO umurnya itungan 2 bulan, saat itu. Alhasil, panic attacklah. Masa cuti udah mau abis, tapi ART blon dapet. Dan semua tenaga sudah dikerahkan. Mulai dari satpam, ART tetangga, yayasan sampe tukang bubur kacang ijo juga dititipin pesen nyariin ART. Kan gw ngontrak deket RS tuh, kata yg punya kontrakan cari ajah yang namanya Mbak war. Rumahnya masuk gang dari alfamart. Udah gw cari sihh,,, ternyata,, sudah meninggal. Hadeuh... Dan tiba-tiba tepat 4 hari sebelum gw jaga perdana,, muncullah seorang wanita yang menjadi ART gw. Namanya teh yani...
Rasanya legaaaa banget. Berhubung karena gw sama suami gw punya prinsip yang sama dan nyokap gw punya "aliran garis keras" yang berbeda maka kita kompromikan sama teh yani. Maksudnya kaya gini,, prinsip gw.. Yang penting anak gw diurus, masak buat keluarga dan beberes. Semuanya dikondisikan ajalah. Pikir gw, toh gw juga ga bisa ngerjain semua sendirian. Yang penting teh Yani nyaman sama gw dan yang terpenting bisa jagain anak gw. Karena ga mudah percaya sama orang dan bisa gw percaya, terlebih kalo gw pergi jaga malam. Fiuhhh.... Tapi beda sama nyokap gw, nyokap gw menuntut sempurna. Dia hobiiii banget bersiin rumah dan marah kalo ga BENER2 BERSIH. Beneran,,, bener-bener bersih dalam arti kata yang sesungguhnya. Sekali lagi.. bener-bener bersih. Hahahaa, gw harus menekankan hal itu karena nyokap gw emang paling menitikberatkan hal itu. Suami gw aja sampe bilang, lantai rumah tuh sampe bisa ngaca. Hehehehe... Trus,, Kalo masak juga kudu sesuai dengan selera enyak gw. Padahal lidah orang kan berbeda, dan menurut hemat gw.. kalo mau beneran nikmat mending kita makan ke resto. Done! Masalah selesai. Nyokap gw selalu mencela masakan teh yani, bilang mustinya diginiin ato digituin. kurang ini, kurang itu. Paling parahnya sambil pasang tampak ga suka trus bilang "ga enak". Weleh-weleh.. Padahal gw sama laki gw aja ga protes. Lagian,, Kesian kann.. Dia udah capek2 kerjain dicaci gitu. Makanya kadang gw wanti-wanti sama teh yani.. Jangan diambil hati. Karena dalam otak gw, gw butuh dia buat jagain anak gw. Dan gw masih bisa toleran sama masakan dia. Jadi, gw stres kalo enyak gw dah mulai cerewet soal cara kerja teh yani,, dalam pikiran gw,, kalo dia pulang, mampus aje gw..
Dan untungnya, anak gw cocok sama dia. Pada dasarnya anak gw emang ramah sama siapa aja, hehehe. Tapi gw liat caranya ngasuh anak gw tuh bikin gw ngerasa tenang ninggalin dia di rumah sama si kecil. Dan badannya yg cukup gede itu kayanya bikin anak gw tenang kalo digendong, mungkin anget kali yah, hehehe.. Dan kalo dia ngasi makan ato minum biasanya banyak dan habis. Andilnya cukup besar dalam memberi tambahan kilo dalam badannya anak semata wayang gw itu.. Hehehhe.. Over all, gw cukup puas sama cara kerja dia.
Balik ke nyokap... Alasan nyokap knp sampe nuntut ini-itu, mungkin... mungkinnn nyokap gw masih teringat sama ART dulu yang udah bertahun-tahun di rumah gw. Dia itu emang full power, tenaga kuda, ingatan tajam, bersih dan rapihnya luar biasa (sampe kadang gw takut lewat kalo dia udah ngepel, ga tega ngotorinnya) walau emang rasa masakannya biasa aja tapi cepat sekali tanggap dan menyesuaikan dengan selera enyak gw. Namun kini, ia sudah menjadi masa lalu.. Terkubur dengan baik karena jasanya yang luar biasa bertahan di rumah gw dan ngurusin gw dari semasa gw SD sampe gw dah punya anak kaya gini...
Kayanya, jaman sekarang tuh ART lebih penting posisinya daripada gadget. Gadget bisa langsung dibeli kalo ada uang, tapi ART? Walau ada duit, belon tentu bisa dapet yang cocok. Makanya gw berdoa semoga teh yani betah di rumah gw, minimal sampe gw selesai sekolah deh.. maksimal yaa,, sampe kapan aja dia mau :) Tak dapat dipungkiri.. Kehidupan suami istri yang sibuk di luaran sana terkadang mengharuskan kita untuk menyerahkan anak kita pada ART. Sebaiknya pilih yang sudah berumur atau memiliki anak. Dan lagi.. Jangan terlalu menuntut sempurna, toh karena kita tidak bisa sempurna maka kita butuh mereka untuk membantu kita, kan?? Semoga dapet yang cocok ya momz..
Dan.. Cerita tentang kisah cinta sang asistenku bisa diliat di sini
Rasanya legaaaa banget. Berhubung karena gw sama suami gw punya prinsip yang sama dan nyokap gw punya "aliran garis keras" yang berbeda maka kita kompromikan sama teh yani. Maksudnya kaya gini,, prinsip gw.. Yang penting anak gw diurus, masak buat keluarga dan beberes. Semuanya dikondisikan ajalah. Pikir gw, toh gw juga ga bisa ngerjain semua sendirian. Yang penting teh Yani nyaman sama gw dan yang terpenting bisa jagain anak gw. Karena ga mudah percaya sama orang dan bisa gw percaya, terlebih kalo gw pergi jaga malam. Fiuhhh.... Tapi beda sama nyokap gw, nyokap gw menuntut sempurna. Dia hobiiii banget bersiin rumah dan marah kalo ga BENER2 BERSIH. Beneran,,, bener-bener bersih dalam arti kata yang sesungguhnya. Sekali lagi.. bener-bener bersih. Hahahaa, gw harus menekankan hal itu karena nyokap gw emang paling menitikberatkan hal itu. Suami gw aja sampe bilang, lantai rumah tuh sampe bisa ngaca. Hehehehe... Trus,, Kalo masak juga kudu sesuai dengan selera enyak gw. Padahal lidah orang kan berbeda, dan menurut hemat gw.. kalo mau beneran nikmat mending kita makan ke resto. Done! Masalah selesai. Nyokap gw selalu mencela masakan teh yani, bilang mustinya diginiin ato digituin. kurang ini, kurang itu. Paling parahnya sambil pasang tampak ga suka trus bilang "ga enak". Weleh-weleh.. Padahal gw sama laki gw aja ga protes. Lagian,, Kesian kann.. Dia udah capek2 kerjain dicaci gitu. Makanya kadang gw wanti-wanti sama teh yani.. Jangan diambil hati. Karena dalam otak gw, gw butuh dia buat jagain anak gw. Dan gw masih bisa toleran sama masakan dia. Jadi, gw stres kalo enyak gw dah mulai cerewet soal cara kerja teh yani,, dalam pikiran gw,, kalo dia pulang, mampus aje gw..
Dan untungnya, anak gw cocok sama dia. Pada dasarnya anak gw emang ramah sama siapa aja, hehehe. Tapi gw liat caranya ngasuh anak gw tuh bikin gw ngerasa tenang ninggalin dia di rumah sama si kecil. Dan badannya yg cukup gede itu kayanya bikin anak gw tenang kalo digendong, mungkin anget kali yah, hehehe.. Dan kalo dia ngasi makan ato minum biasanya banyak dan habis. Andilnya cukup besar dalam memberi tambahan kilo dalam badannya anak semata wayang gw itu.. Hehehhe.. Over all, gw cukup puas sama cara kerja dia.
Balik ke nyokap... Alasan nyokap knp sampe nuntut ini-itu, mungkin... mungkinnn nyokap gw masih teringat sama ART dulu yang udah bertahun-tahun di rumah gw. Dia itu emang full power, tenaga kuda, ingatan tajam, bersih dan rapihnya luar biasa (sampe kadang gw takut lewat kalo dia udah ngepel, ga tega ngotorinnya) walau emang rasa masakannya biasa aja tapi cepat sekali tanggap dan menyesuaikan dengan selera enyak gw. Namun kini, ia sudah menjadi masa lalu.. Terkubur dengan baik karena jasanya yang luar biasa bertahan di rumah gw dan ngurusin gw dari semasa gw SD sampe gw dah punya anak kaya gini...
Kayanya, jaman sekarang tuh ART lebih penting posisinya daripada gadget. Gadget bisa langsung dibeli kalo ada uang, tapi ART? Walau ada duit, belon tentu bisa dapet yang cocok. Makanya gw berdoa semoga teh yani betah di rumah gw, minimal sampe gw selesai sekolah deh.. maksimal yaa,, sampe kapan aja dia mau :) Tak dapat dipungkiri.. Kehidupan suami istri yang sibuk di luaran sana terkadang mengharuskan kita untuk menyerahkan anak kita pada ART. Sebaiknya pilih yang sudah berumur atau memiliki anak. Dan lagi.. Jangan terlalu menuntut sempurna, toh karena kita tidak bisa sempurna maka kita butuh mereka untuk membantu kita, kan?? Semoga dapet yang cocok ya momz..
Dan.. Cerita tentang kisah cinta sang asistenku bisa diliat di sini
Sabtu, 13 Oktober 2012
ASI for my baby
Hohoho,,, Selamat malam minggu.. Tapi kayanya sekarang saya harus buang jauh2 deh niatan jalan-jalan, secara saya sudah masuk sekolah yang penuh dengan jadwal jaga dan kalo boleh memilih antara hang out atau nemenin anak semata wayang ini,, sudah pasti saya memilih menghabiskan waktu dengan si unyu. Sebenernya saya ngerasa berhutang sama ni bocah. Enyaknya jarang nemenin, sibuk jaga. Kalo nemenin jg pasti lg ngerjain sesuatu (bikin tugas ilmiah a.k.a membuat "candi"). Satu hal yang paling saya senang, setiap kali pulang, anak saya selalu tersenyum sangat manis dan matanya berbinar-binar.. Belum lagi celotehannya, "aaa.. gagaga,,", maklum baru tiga bulan :) Makanya, secapek apapun, seberat apapun beban, semuanya saya buang di depan pintu setiap kali saya masuk ke kamar dia. Anak ini sudah bertahan dan mandiri ditinggal mamanya yg sering "lupa" tidur di rumah dan bapaknya yang mau ke negeri pangeran william itu. Jadi kalau berkesusahan, saya selalu inget bahwa dia juga berkorban. Makanya ga salah kalo saya selalu berusaha memberi yang terbaik buat si kecil. Salah satunya yaitu ASI. Nah, saya mau berbagi info tentang ASI buat para ibu-ibu, calo mommy ataupun para ayah. Related article bisa didapat di : http://icoeth.blogspot.com/2012/04/asi-vs-susu-formula-imd-rooming-in.html
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ASI memiliki keuntungan yang luar biasa, namun terkadang berbagai keadaan membuat sang mommy menjadi stres karena tidak mampu memberikan ASI. Dan percayalah, saya jg merasakan hal yang serupa. Berbagai informasi yang salah dan keterbatasan membuat mommy harus berfikir ekstra keras bagaimana agar ASInya dapat diminum buat si anak. Dan inilah berbagai masalah tersebut:
1. Bingung puting. Untuk masalah ini sebenarnya banyak solusinya, yuk kita tilik satu-satu. Masalah puting kecil misalnya, bidan dan para orang tua menyarankan untuk membuat puting agak besar diperlukan peran serta sang bapak untuk "memekarkan" puting agar sang buah hati dapat menyedot ASInya :) Ataupun juga posisi menyusui yang salah. Susah loh mendapatkan posisi yang benar. Jangan menyerah mommy!! Cari posisi yang mantap, tempelkan perut bayi dengan perut mommy, pastikan bahwa puting dan areola (daerah kehitaman sekitar puting) masuk ke mulut bayi. Selain itu sering-seringlah skin to skin antara dada mommy dan si kecil. Jangan lupa breast care dan bila masih sulit untuk mencari posisi yang benar, sekarang banyak fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan klinik laktasi.
2. Dukungan keluarga. Nah, yang ini adalah yang paling penting karena tidak jarang para keluarga justru sering menurunkan semangat sang mommy buat menyusui. Statement seperti: lebih repot menyusui daripada pakai susu kaleng, efektif banget. Atau kan kerja, sudahlah minum susu kaleng saja. Padahal, full support dari keluarga akan meningkatkan produksi ASI juga loh..
3. Mommy bekerja. Nah, ini yang biasanya menjadi kendala bagi para mommy buat menyusui anaknya. Tapi, sepanjang saya menjalani residensi yang sering jaga malem dll, ternyata bisa aja kok tetap menyediakan ASI buat si kecil. Ada beberapa pilihan, misalnya temen saya yang setiap siang bayinya dibawa untuk menyusu di mobil dan sisanya dengan ASIP. Nah, kalo pilihan saya sih cari rumah deket dengan tempat kerja sehingga pada jam istirahat, saya selalu menyempatkan diri sebisa mungkin untuk pulang ke rumah dan menyediakan ASI fresh buat si kecil. Sisanya? Pompa saja... Tapi, saya tidak menyerah pada susu formula :) Nahh.. Urusan pompa-memompa ini memang unik. Diperlukan niat, tekad, kerajinan dan semangat luar biasa untuk terus memompa. Bayangin ajah, walau malem tiba, ga jarang saya masih berusaha memompa ASI buat persediaan walau ngantuknya minta ampun. Suami saya sering bingung kenapa saya bersemangat sekali memompa bahkan seringkali meminta saya untuk istirahat saja setelah jaga malam tidak saya indahkan. Dia berkata, "kan susu di kulkas masih banyak banget" tapi saya tetap memompa. Saya memang ingin menyediakan stok yang banayak siapa tau saya sulit untuk pulang. Namun, tanpa suami saya sadari,, dia juga menjadi penyemangat saya untuk memompa. Dia percaya ASI saya banyak bahkan berkata payudara saya "ranum",, istilah yang selalu membuat saya tertawa...
Gimana cara memilih pompa? Sebenernya proses memompa itu banyak. Rekomendasi para bidan sih mending pompa sendiri pake tangan,, tapi saya merasa ga bersih karena (1) belepotan ke tangan, (2) terpapar udara lebih banyak daripada pompa lainnya (notabene kemungkinan terkontaminasi kuman lbh banyak),, jadi pilihan saya jatuh pada pompa elektrik dari medela. Handy banget, praktis, efektif, ga usah susah-susah mompa manual. Karena saya juga punya pompa yang manual, makanya saya rekomendasiin pompa elektrik. Memang sih harganya 4 kali lipat dibanding dengan yang manual. Tapi saya mikirnya gini,, 3-4 kali pompa per hari dikali 2 tahun (kalo bisa, amiinn). Coba bayangin,, pegel banget dan ngabisin banyak waktu pake yang manual. Ini pilihan dan opini saya lohh...
Proses penyimpanan ASI juga memiliki ketelatenan yang khusus. Misalnya, apabila ASI akan diminum dalam jangka waktu yang dekat, tidak perlu untuk disimpan di freezer, cukup di ruang kulkas biasa. Nah, bila akan digunakan dalam waktu yang cukup lama.. Bisa dimasukkan ke dalam freezer, namun jangan langsung dimasukkan ke freezer. Masukkan dulu ke ruang kulkas biasa selama +/- 12 jam kemudian baru simpan di freezer. Begitu juga sebaliknya, bila ingin memakai ASIP daari freezer, turunkan dahulu ke ruang kulkas biasa sebelum dikonsumsi oleh baby kita. Bagaimana menyimpan ASIP? Paling baik sih menyimpan di dalam botol kaca supaya kandungan ASI tidak terganggu (saya memilih baby pax). Kalau tidak ada, pilihan lebih baik pada plastik yang agak keras (merek china, saya lupa namanya), kalau tidak ada juga baru plastik yang lembek (misalnya natur). Jikalau ingin menyimpan ASIP, jangan lupa untuk mencantumkan tanggal dan jumlah di wadahnya. Usahakan untuk menyimpan ASI sesuai dengan jumlah bayi per kali minum, contohnya anak saya +/_ 100-120 cc tiap kali minum maka saya menyediakannya dalam jumlah seperti itu. Nah, bila ingin dipakai,, gunakan prinsip,, first in, first out... maksudnya pakailah susu yang paling lama dahulu. Proses memanaskannya juga khusus,, aliri dengan air hangat (bukan mendidih) ke dalam botol susu yang berisi ASIP (bukan plastik wadah ASIP ya momz!! dilarang itu!!) pastikan suhunya naik perlahan atau dapat pula menggunakan warmer, tapi pastikan suhunya jangan terlalu tinggi yaa.. dan usahakan setelah dipanaskan untuk sesegera mungkin dikonsumsi babynya....
Intinya sih,, semangat dan keyakinan bahwa kita bisa. Ada yang mengatakan kalau hanya dipompa nanti ga keluar ASInya. Ternyata saya masih menghasilkan ASI dalam jumlah satu liter per hari kok :), juga jangan terlalu mematok jumlah yang akan diperah. Jika tidak, anda akan stres sendiri. Tidak lupa,,, Pastikan untuk selalu memberi stimulasi pada puting (bayi disusui atau minimal menempelkan mulut bayi pada puting untuk memberikan rangsangan agar ASI diproduksi). Ingat,,, produksi ASI based on demand.. Jadi keluar banyak, otak menganggap harus produksi lagi.. Makanya jangan lupa untuk memompa jika masih ada sisa pada payudara anda. Menyusuilah pada salah satu payudara hingga habis baru pada sisi lainnya dan diakhiri pada sisi payudara yang pertama untuk mengurangi warna hijau pada feses bayi karena masalah fore dan hint milk. Terakhir, tersenyum dan berbahagialah,, karena stress akan mengurangi produksi ASI anda. Ingatlah, anda sudah diberi kado paling berharga,, malaikat kecil kita.. Dan disebelah ini adalah pengkonsumsi ASI saya :) Semoga bisa sampe 2 taun ya nak,, Sekian health tips kali ini.. Happy breastfeeding momz :)
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ASI memiliki keuntungan yang luar biasa, namun terkadang berbagai keadaan membuat sang mommy menjadi stres karena tidak mampu memberikan ASI. Dan percayalah, saya jg merasakan hal yang serupa. Berbagai informasi yang salah dan keterbatasan membuat mommy harus berfikir ekstra keras bagaimana agar ASInya dapat diminum buat si anak. Dan inilah berbagai masalah tersebut:
1. Bingung puting. Untuk masalah ini sebenarnya banyak solusinya, yuk kita tilik satu-satu. Masalah puting kecil misalnya, bidan dan para orang tua menyarankan untuk membuat puting agak besar diperlukan peran serta sang bapak untuk "memekarkan" puting agar sang buah hati dapat menyedot ASInya :) Ataupun juga posisi menyusui yang salah. Susah loh mendapatkan posisi yang benar. Jangan menyerah mommy!! Cari posisi yang mantap, tempelkan perut bayi dengan perut mommy, pastikan bahwa puting dan areola (daerah kehitaman sekitar puting) masuk ke mulut bayi. Selain itu sering-seringlah skin to skin antara dada mommy dan si kecil. Jangan lupa breast care dan bila masih sulit untuk mencari posisi yang benar, sekarang banyak fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan klinik laktasi.
2. Dukungan keluarga. Nah, yang ini adalah yang paling penting karena tidak jarang para keluarga justru sering menurunkan semangat sang mommy buat menyusui. Statement seperti: lebih repot menyusui daripada pakai susu kaleng, efektif banget. Atau kan kerja, sudahlah minum susu kaleng saja. Padahal, full support dari keluarga akan meningkatkan produksi ASI juga loh..
3. Mommy bekerja. Nah, ini yang biasanya menjadi kendala bagi para mommy buat menyusui anaknya. Tapi, sepanjang saya menjalani residensi yang sering jaga malem dll, ternyata bisa aja kok tetap menyediakan ASI buat si kecil. Ada beberapa pilihan, misalnya temen saya yang setiap siang bayinya dibawa untuk menyusu di mobil dan sisanya dengan ASIP. Nah, kalo pilihan saya sih cari rumah deket dengan tempat kerja sehingga pada jam istirahat, saya selalu menyempatkan diri sebisa mungkin untuk pulang ke rumah dan menyediakan ASI fresh buat si kecil. Sisanya? Pompa saja... Tapi, saya tidak menyerah pada susu formula :) Nahh.. Urusan pompa-memompa ini memang unik. Diperlukan niat, tekad, kerajinan dan semangat luar biasa untuk terus memompa. Bayangin ajah, walau malem tiba, ga jarang saya masih berusaha memompa ASI buat persediaan walau ngantuknya minta ampun. Suami saya sering bingung kenapa saya bersemangat sekali memompa bahkan seringkali meminta saya untuk istirahat saja setelah jaga malam tidak saya indahkan. Dia berkata, "kan susu di kulkas masih banyak banget" tapi saya tetap memompa. Saya memang ingin menyediakan stok yang banayak siapa tau saya sulit untuk pulang. Namun, tanpa suami saya sadari,, dia juga menjadi penyemangat saya untuk memompa. Dia percaya ASI saya banyak bahkan berkata payudara saya "ranum",, istilah yang selalu membuat saya tertawa...
Gimana cara memilih pompa? Sebenernya proses memompa itu banyak. Rekomendasi para bidan sih mending pompa sendiri pake tangan,, tapi saya merasa ga bersih karena (1) belepotan ke tangan, (2) terpapar udara lebih banyak daripada pompa lainnya (notabene kemungkinan terkontaminasi kuman lbh banyak),, jadi pilihan saya jatuh pada pompa elektrik dari medela. Handy banget, praktis, efektif, ga usah susah-susah mompa manual. Karena saya juga punya pompa yang manual, makanya saya rekomendasiin pompa elektrik. Memang sih harganya 4 kali lipat dibanding dengan yang manual. Tapi saya mikirnya gini,, 3-4 kali pompa per hari dikali 2 tahun (kalo bisa, amiinn). Coba bayangin,, pegel banget dan ngabisin banyak waktu pake yang manual. Ini pilihan dan opini saya lohh...
Proses penyimpanan ASI juga memiliki ketelatenan yang khusus. Misalnya, apabila ASI akan diminum dalam jangka waktu yang dekat, tidak perlu untuk disimpan di freezer, cukup di ruang kulkas biasa. Nah, bila akan digunakan dalam waktu yang cukup lama.. Bisa dimasukkan ke dalam freezer, namun jangan langsung dimasukkan ke freezer. Masukkan dulu ke ruang kulkas biasa selama +/- 12 jam kemudian baru simpan di freezer. Begitu juga sebaliknya, bila ingin memakai ASIP daari freezer, turunkan dahulu ke ruang kulkas biasa sebelum dikonsumsi oleh baby kita. Bagaimana menyimpan ASIP? Paling baik sih menyimpan di dalam botol kaca supaya kandungan ASI tidak terganggu (saya memilih baby pax). Kalau tidak ada, pilihan lebih baik pada plastik yang agak keras (merek china, saya lupa namanya), kalau tidak ada juga baru plastik yang lembek (misalnya natur). Jikalau ingin menyimpan ASIP, jangan lupa untuk mencantumkan tanggal dan jumlah di wadahnya. Usahakan untuk menyimpan ASI sesuai dengan jumlah bayi per kali minum, contohnya anak saya +/_ 100-120 cc tiap kali minum maka saya menyediakannya dalam jumlah seperti itu. Nah, bila ingin dipakai,, gunakan prinsip,, first in, first out... maksudnya pakailah susu yang paling lama dahulu. Proses memanaskannya juga khusus,, aliri dengan air hangat (bukan mendidih) ke dalam botol susu yang berisi ASIP (bukan plastik wadah ASIP ya momz!! dilarang itu!!) pastikan suhunya naik perlahan atau dapat pula menggunakan warmer, tapi pastikan suhunya jangan terlalu tinggi yaa.. dan usahakan setelah dipanaskan untuk sesegera mungkin dikonsumsi babynya....
Freezer yang sudah penuh dengan ASI,, Siap dikonsumsi :)
- sebenarnya karena sudah tidak cukup saya simpan di bawah juga :) -
Intinya sih,, semangat dan keyakinan bahwa kita bisa. Ada yang mengatakan kalau hanya dipompa nanti ga keluar ASInya. Ternyata saya masih menghasilkan ASI dalam jumlah satu liter per hari kok :), juga jangan terlalu mematok jumlah yang akan diperah. Jika tidak, anda akan stres sendiri. Tidak lupa,,, Pastikan untuk selalu memberi stimulasi pada puting (bayi disusui atau minimal menempelkan mulut bayi pada puting untuk memberikan rangsangan agar ASI diproduksi). Ingat,,, produksi ASI based on demand.. Jadi keluar banyak, otak menganggap harus produksi lagi.. Makanya jangan lupa untuk memompa jika masih ada sisa pada payudara anda. Menyusuilah pada salah satu payudara hingga habis baru pada sisi lainnya dan diakhiri pada sisi payudara yang pertama untuk mengurangi warna hijau pada feses bayi karena masalah fore dan hint milk. Terakhir, tersenyum dan berbahagialah,, karena stress akan mengurangi produksi ASI anda. Ingatlah, anda sudah diberi kado paling berharga,, malaikat kecil kita.. Dan disebelah ini adalah pengkonsumsi ASI saya :) Semoga bisa sampe 2 taun ya nak,, Sekian health tips kali ini.. Happy breastfeeding momz :)
Langganan:
Postingan (Atom)






