Rabu, 27 Maret 2019

Sehatkan kesehatan

Postingan ini adalah surat pendek.. Dari rakyat jelata yang tidak punya kepentingan apa-apa, bukan merupakan salah satu penyusung partai apapun. Saya hanyalah manusia biasa yang sudah jenuh melihat kesehatan dijadikan penggorengan politik.

Tolong, sehatkanlah kesehatan Indonesia. Belakangan ini seringkali terlihat kericuhan tentang sistem kesehatan kita. Saya mengakui, banyak yang terbantu dengan sistem ini. Bahkan kalau mau jujur, si pencemooh ujung-ujungnya pakai juga. Ide yang baik dengan cara yang masih belum benar. Namun, yang belum benar ini mohon tidak dijadikan penggorengan untuk pilpres nanti. Sedangkan kubu yang lain mengganggap ini adalah kesuksesan dengan mengusung orang-orang yang menikmati sistem ini. Tolonglah, kalian membantu kami di bawah ini. Apa yang menjadi teriakan kami.. Pengabdian? Tugas kami memang mengabdi, tapi kami muak dengan penggorengan ini. Kami juga termasuk rakyat juga, kan? Dengarkanlah kami.. be realistic.. perbaiki yang perlu diperbaiki, kami berada di lini depan kesehatan, namun jalan kami sudah terseok-seok..

Batam undercover

Let me tell you a story.. well, stories actually..
Kalau ada kata batam, what came across your mind?
Barang BM, KW super legit, barang yang ga kena pajak, deket singapur, or even online shop?

Sekarang, gw akan membahas cerita berbeda.. Pengalaman-pengalaman yang membuka mata, tentang kota dimana kami mengadu nasib. Batam namanya..

Jika kalian baru pertama kali mendarat di batam, kalian memilih transportasi taksi. Ada kisah menarik disini. Jika kita mundur ke belakang, kita akan menemukan bahwa batam merupakan kota unik, dimana taksi rasa angkot. Loh kok? Yap, kalian pesan TAKSI namun ketiks lo pesen taksi namun dia ngangkut penumpang lain juga. Emeijing, #hanyaAdaDiBatam. Itu dulu, sebelum ada yang namanya burung biru alias Blueb*rd. Sempet loh mereka demo karena Blueb*rd kan pake argo dan mereka diboikot donggg.. Coba search aja kalo ga percaya.. Edan sih rakyat+62 kita ini.. Oh, ya kalau kalian ke Nagoya hill atau mall-mall kaya gitu, saran gw JANGAN pernah naik taksi di depan mallnya. Harga KUDA, pelayanan MELATA dan kasarnya teu kabina-bina. Untuk jarak yang bisa jalan kaki 7 menit, mereka pasang tarif 50-75.000. What a jerk kan ya..Mending kalian jalan dikit ke depan trus pesen online. Ga masuk akal aja sih.

Cuaca di Batam itu panas, pake banget..Jadi jangan kaget begitu keluar dari tempat ber-AC trus keluar rasanya sangat aduhai. Tapi ada fenomena menarik di Batam. Hujan lokal seringkali terjadi.. Jadi hujan bisa hanya dalam radius 1 kilo saja, di tempat lain kering kerontang. Alhasil eike malu naik gojek nembus ujan padahal hanya dalam 500 meter, kering.. Lucu amet ye..

Batam itu sangat dekat dengan negara tetangga seperti SG atau malaysia. Nah, yang sering terjadi adalah human trafficking. Bitter truth.. Pernah salah seorang pasien gw berusaha kabur dari tempat slavery dia ke KBRI SG trus balik ke Batam membawa luka yang tak akan hilang selamanya.. Ternyata, kasus ini korbannya tidak mengenal gender.. Seorang lelaki muda pergi keluar karena diiming-iming kerja di resto taunya disuruh "melayani" disana, mimpi indah berubah jadi mimpi buruk. Dia tidak mau pulang ke rumah lagi. Sang bocah muda itu bagai sapi potong digiring ke pintu kematian oleh jiwanya dan oleh...HIV

Harga wanita panggilan di Batam jelas jauh lebih murah dari SG, maka tak heran banyak bertebaran hotel yang selalu penuh tiap weekend.. Singapur semua mahal, bandingkan saja tiket ke Batam, hotel dan wanitanya, hmm jauh lebih murah.. Hal inilah yang membuat para pria bajingan dari negara itu menjajal dan tidak sedikit yang meninggalkan bekas HIV pada warga kami. Sebuah realita yang menghadapkan bajingan hidung belang pelit serta para pencari keringat yang digadangi atas kebutuhan ekonomi. Sebuah sinergi yang mematikan. Dan pada ujungnya, kami menjadi sarang pembuangan. Ketika badan sudah perlahan dilumpuhkan, mereka ditinggal sendirian.. Keluarga yang malu tidak jarang yang tak mau mengambil dari RS. Mereka terbuang, bolak balik masuk RS tanpa ada yang mau menampung.. Bahkan yang diharapkan dari mereka adalah.....kematiannya.

Batam juga merupakan tempat persinggahan "mayat". Damn, it's truth. Begini kisahnya.. Gw hampir setiap bulan menerima pasien "lungsuran". Yap, mereka adalah pasien post rawat SG atau malaysia yang sudah dalam kondisi "tidak bisa diapa-apakan".. Karena mahalnya jasa pengiriman jenazah dan ribetnya mengurus pengeluaran jenazah dari negara luar, maka dikirimlah mereka secepatnya ke kota ini dan yah.. kamilah yang ditugaskan untuk menjadi jembatan antara dia dan sang malaikat pencabut nyawa. Ada yang unik di kota ini, beberapa bulan sekali gw nemuin pasien TKI yang datang dalam kondisi yang mengenaskan. Mereka dikirim dalam kondisi yang buruk, hidup segan mati juga tak mau.. Miris.. Mereka dulunya berpamitan agar dapat menghidupi keluarga di negri jiran sana, namun lihatlah mereka sekarang, pamitpun mereka tak sanggup.. Kasus terbanyak adalah radang selaput otak yang disebabkan TBC, kedua stroke. Radang selaput otak umum terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh rendah (termasuk penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang / penyandang HIV), lingkungan yang padat dan tertutup (massal), gizi kurang. Jika gw boleh bertanya, bagaimana kisah hidup mereka disana hingga mereka bisa menjadi seperti ini.. Untuk kasus-kasus seperti ini, terkadang kami dihadapkan pada 2 kubu, pihak agen yang ingin segera membawa pasien pulang kampung, bahkan mereka seringkali angkat tangan soal biaya serta pihak keluarga yang tidak terima kondisi pasien dan tidak memiliki biaya untuk membawa keluarga mereka pulang. Kondisi pasien-pasien ini kebanyakan tidak transportable untuk dibawa pergi jauh, belum lagi biaya pesawat untuk pasien itu 9 seats, ditambah team evakuasi yang total biaya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Keluarga terdiam, mereka lebih banyak memilih membawa jenazah yang hanya dihitung per kilo karena dianggap cargo.

Ah, jadi sedih gw.. Sekian dulu dongengnya yaa.. Miris gw melihat dunia ini.. See you on my next post yaaa

Selasa, 26 Maret 2019

Jangan bunuh aku..

Hallo..
Ini aku. Ya, kalian sebut saja aku. Karena buatku, nama itu tidak penting. Sama ga pentingnya seperti hidupku. Muram, kelam, gelap.. Tapi inilah aku. Manusia brengsek yang selalu bertarung dengan dirinya, terkadang mengingat Tuhannya dan menangis meraun-raung.. Tapi, ini kisahku. Duduk manislah, masuklah dalam duniaku..
.
Aku terlahir dari dua manusia yang entah bagaimana bisa bersatu. Terkadang aku berfikir, mereka tidak menginginkanku. Ah, klise.. Mereka hanya mengurusku karena aku sudah teronggok lahir di dunia. Dibunuh, salah, makan dibiarkanlah aku mati perlahan..
.
Jumat malam, ya aku terlahir jumat malam. Ketika itu hujan, katanya.. Aku menangis, semua bayi tentu menangis.. Lahir menangis, hidup menangis mati juga mungkin sambil menangis.. 
.
Usiaku 4 tahun saat itu. Setiap harinya aku mendengar jeritan, menyaksikan pukulan yang dihantam ayaku pada ibuku. Usiaku masih kecil, terlalu kecil untuk mengerti apa permasalahan mereka, tapi perasaanku bingung, dan akhirnya aku menjadi terbiasa. Bukan, aku bukan terbiasa dengan penyiksaan, rasa kelam dan takut itu SELALU ada, tapi aku menjadi biasa. Menganggapnya sebagai tontonan semata. Dingin.. Aku merasa dingin.
.
Wanita itu datang lagi, sosok wanita besar berbaju hitam itu muncul lagi. Hawanya selalu membuatku gemetaran. Tidak, aku tidak boleh kalah. Dia berusaha menyerangku, berat sekali rasanya melawan wanita ini. Aku masih kecil, kudorong sekuat tenaga, kubuka kitab itu, kutengking dia, aku berteriak. Gemetar, seluruh badanku gemetar. Tuhan, aku ga kuat!! Ada bisikan pelan, kamu HARUS kuat. Aku menutup mata, kudorong wanita itu sekuat tenaga. Aku mundur ke belakang, tapi aku tak menyerah, kudorong lagi, sedikit maju, sedikit lagi. "PERGIIIII" kutengking lagi.. lagi.. Tuhan, aku takut.. Aku ga kuat, bisikan tu datang lagi, kamu HARUS kuat. Tolong aku, Tuhan.. Kudorong wanita itu keluar dari rumahku........ Dan aku terbangun.. menangis.. Wanita itu mendatangi aku lagi.. walau dalam mimpi..
.
Ah, mimpi ini begituliar, begitu nyata dan aku mengenalnya. Sosok itu.. Wanita itu.. Selalu hadir dan menganggu. Kadang aku sampai menjerit, aku mau bangun, aku mau bangun..Namun aku tak bisa, aku menampar diriku, mencubit, membantingkan diri bahkan segala upaya kulakukan agar dapat bangun.. Kadang berhasil, kadang tidak..
.
Mimpiku sama menyeramkannya dengankehidupan asliku. Kadang aku berfikir, kemana aku berlari? Bahkan mimpipun aku tak berani. Air mataku sudah kering, Tuhan.. Aku sakit.. Jiwaku sakit.. Aku tak pernah bisa bergaul normal dengan anak seusiaku. Pernah sampai aku dipaksa untuk berteman dengan tetangga, aku diam. Aku menolak, aku kan tidak mengganggu kalian, bisakah aku berdiam? Apa salahnya aku berdiam? Aku tak mau mengganggu, jadi jangan menggangguku juga..
.
Tuhan, aku lelah. Tiada hari tanpa kekelaman. Kulihat dia, seharusnya menjadi sosok yang kukagumi, kupalingkan mataku pada yang lain, seharusnya dia memelukku erat, tapi apalah dayaku? Aku hanya debu. Kalau aku masih boleh berharap, aku hanya mau keluar dari sini. Neraka dunia ini.. Aku tak punya apa-apa, aku tak punya siapa-siapa.. Satu-satunya temanku adalah imajinasiku. Temanku bermain, temanku untuk menjadi aku sesungguhnya, menceritakan apa yang kualami, seolah-olah dia mengerti. Ingin, aku ingin sekali bercerita. Berulang-ulang aku mencoba. Tapi selalu saja ada yang membungkam mulutku. Ah, kata orang tak baik terlalu terbuka, apakah orang yang mendengarkanku akan menyelesaikan maslaahku? Tapi, kataorang jika bercerita sudah mengurangi beban dan luka.. Tapi lagi-lagi aku memilih diam.. Saat itu aku mulai menulis.. Menulis segala hal yang terjadi. Kusimpan baik-baik segala jenis buku yang orang katakan diari. Aku menulis hingga akhirnya tak kuasa lagi untuk menulis..
.
Remaja. Ah, masa penuh gejolak, dusta, namun kadang masih terselip tawa. Namun di rumah, aku memilih diam. Rasa itu masih sama, pemukulan yang sama, takut yang sama, luka yang sama.. Di luar, aku tak begitu terbuka. Aku takut. Aku takut mereka terlalu masuk dalam "dunia"ku. Aku takut mereka tau dan berlalu menjauhiku. Jadi, lebih baik begini.. Tersenyum seperlunya, berteman sebatasnya. Tak ada teman. Tak butuh teman. Nanti aku kan merasakan pahit yang sama..
.
Aku menyukainya.. Benar saja, muda menyisakan cinta.. Aku ingin bertemu dengannya, menemaninya, apapun saja asal bersamanya. Hmm, apakah dia merasakan hal yang sama? Tapi lagi-lagi dakwaan itu datang lagi.. Bagaimana mungkin dia bisa bertahan denganku jika dia melihat kondisi rumahku? Kadang aku merasa yakin, sehingga aku ingin sekali bercerita dan meminta bantuannya. Sangat sering.. Karena aku sudah jenuh, sangat jenuh.. Selalu, selalu tidak berhasil.. Semesta bahkan tidak memberiku kesempatan untuk memiliki seorang untuk berbagi. Hingga akhirnya dia pergi dan meninggalkanku sendiri. Lagi.. 
.
Aku terdiam. Kubuka seluruh diary, halamannya sudah menguning.. Kubaca seksama satu demi satu.. Dimulai dari usia 5 tahun saat itu. Pertama kali menulis dan yang tertulis adalah.. berantam lagi.. Lagi.. Lagi. Lagi.. Ingin aku menemukan kata-kata lain selain itu dalam hari-hari masa kecilku. Mataku perih, hatiku tersayat lagi, luka yang tak akan sembuh. Tuhan, hanya 3 hari dalam setahun aku menulis hore, rumah tenang.. Buku-buku itu saksi diam. Kemarahanku, kecewaku, dan sekaligus sumber kewarasanku. Aku bertahan. Tuhan, aku membakarnya.. Aku ingin melupakannya.. Namun, aku akan tetap aku. Aku yang pincang hatinya, luka yang membusuk dan rusak. Ya, aku rusak.. Terkadang aku tak dapat membedakan kenyataan atau bukan.. Aku mungkin sudah rusak.. Terima kasih, kalian telah membunuhku.. Terima kasih untuk semua luka itu. Semua airmata itu.. Jikalau aku boleh meminta, jangan bunuh aku karena aku mengasihimu. Jauh dalam lubuk hatiku..

Minggu, 16 Agustus 2015

Real cost BPJS, please.. Be real!

Terlalu banyak komentar miring tentang BPJS... Pro kontra itu biasa.. Banyak masyarakat yang diuntungkan dengan menggunakan BPJS, namun tidak banyak kekecewaan yang digulirkan dari pihak tenaga kerja, which is doctor.. Nyinyir miring pun menajam dimana ketika dokter mulai "buka suara" tentang betapa mereka dibayar rendah dibandingkan dengan resiko.. Sementara masyarakat menganggap dokter kan pelayanan..



Ah, kata pembuka terlalu naif.. Oke, stop about that.. Skrg tentang BPJS.. Liatlah kenyataan yang saya hadapi..

Saya bekerja di RS swasta tipe B, suatu RS yang tentu merupakan rujukan ketika RS tipe C tidak mampu menangani.. Perawatan untuk pasien stroke perdarahan hanya dipatok 3,8 juta. Kita sebut saja CT scan 1 juta, laboratorium 750.000, sewa kamar 500.000/ malam. Pasien stroke perdarahan tidak jarang tensi tinggi dimana kami harus memberikan obat hipertensi lewat infus.. Sekali masuk bisa menembus ratusan ribu rupiah. Belum termasuk infus, belum alat kesehatan lain seperti NGT (selang makan, kateter, dll).. BPJS hanya memberikan plafon 3,8 juta. Okelah, kita bisa naikkan dengan diagnosa lain, tapiii... Tidak akan jauh berbeda plafonnya... Well dude, itu duit dr bpjs hanya cukup sehari atau dua hari pengobatan.. Pasien stroke ga mungkin hari ini dirawat bsk pulang.. Jauh kan? Kalau begitu RS rugi dong... Ya iyaaa, SANGAT dirugikan! Oleh karena itu, sebaiknya peserta BPJS jangan berteriak tanpa tahu keadaannya.. Jika anda bertanya pada pada BPJS, mereka dengan lantang berkata... SEMUA DITANGGUNG! Tapi biaya yg dikembalikan ke rs hanya sebatas plafon.. Sisanya urusan RS! Jahat? Sangat! Tapi itulah yang diagungkan oleh petinggi negara ini. Kesehatan yang dijadikan ajang politik. Mungkin dalam benak anda, siapa yg membuat plafon itu? Bukannya dokter juga? Ahahaha.... Kalau sajaaa mereka mendengar jeritan dan real cost dr pihak RS dan kolegium dokter yang bersangkutan, pasti tidak akan dokter berteriak kekurangan, kan? Berfikirlah... 

Belum lagi permasalahan dia poli dimana plafon sehari hanya 160.000-an.. Obat tidak akan diberi semua pastinya. Lalu bagaimana caranya? Apa pasien harus datang setiap minggu untuk mengambil obat? Tahu apa kebijakan BPJS? Kedatangan selanjutnya dengan diagnosa yang sama dalam 1 bulan, hanya dibayar 1 kali, alias kasarnya lo mau datang beberapa kali dalam sebulan, BPJS tetep cm bayar 160.000.. Sisanya? Urusan RS! Ahahaaha... Ironi? Sangat! 

Wahai masyarakat yang saya cintai, itu hanya segelintir permasalahan.. Dokter dipusingkan dengan penyakit, harus dibatasi dengan minimnya budget.. Belum lagi semua RS harus menerima BPJS.. Artinya, pemerintah secara tidak langsung ingin memandulkan atau mematikan RS.. Berbeda dengan RS pemerintah, RS pemerintah itu gaji karyawan, biaya operasional dll dibayar pemerintah.. Kalau RS swasta, semua biaya ditanggung sendiri.. Kalo merugi seperti ini? Bukalah mata anda.. Kami mengeluhkan minimnya standar yang bisa kami lakukan untuk pasien.. Kami juga bisa lebih namun jika kami disunat sana sini, yang ada hanya minimal.. Hati kami perih..

Tampaknya masyarakat banyak yang tidak mengetahui hal ini... Masih banyak hal aneh yang kami temui.. Masalah memang kompleks dan unik. Misalnya.. Ada seorang keluarga pasien saya, keluarganya itu adalah seorang tenaga kesehatan terhormat dengan posisi esselon 4 di dinkes, meminta saudaranya dirawat di ICU. Pertama, tidak ada indikasi membutuhkan ICU. Bahkan.. Dia tidak melihat pasiennya sama sekali hanya via telfon dan bbm (pasien masih bisa menjawab dengan baik, kondisi umum baik).. Belum lagi BPJS hanya bisa menanggung 1 hari di ICU.. Tapi paling fatal itu ya karena tidak ada indikasi dirawat di ICU! Sangat disayangkan budaya "bos" seperti ini..

Itulah hidup kami.. Setiap hari.. Jadi jangan salahkan jika kami stres memikirkan bagaimana keselamatan pasien kami dengan cara yang efektif (jika tidak disebut hemat atau irit).. Semoga indonesia semakin sehat, menjadi lebih baik.. Dokternya tidak ikut sakit. Atau.. Stres dan menangis seperti di bawah ini, ahahah... Tenang, kami sudah biasa hidup dalam tekanan.. 


Jumat, 14 Agustus 2015

Aku diperkosa....

Dunia sudah semakin menggila.. 

Pagi itu, seorang ibu membawa anaknya berusia 20 tahun ke lapakku.. Remaja itu bermuka datar.. Setelah basa basi busuk akhirnya aku memutuskan untuk berbicara secara pribadi dengan si anak.. Sebuah kisah memilukan.. Sejak usia 5 tahun dia diperkosa oleh seorang yang sudah dianggap keluarga. Anak ini diiming-iming permen.. Tindakan bejat ini bukan berlangsung 1-2 kali tapi sering! Selain itu si pelaku men"cuci otak" si anak bahwa seksual itu adalah perilaku biasa dan menunjukkan kasih sayang dan pertemanan... Alhasil si anak anggap itu biasa.. Dalam sebulan, dia bisa berganti pasangan hingga 5 orang lelaki dan sekali melakukan bisa 2 hingga 3 orang bersamaan. Hingga akhirnya dia hamil saat berusia 15 tahun. Saat aku menanyakan apa kamu tahu itu salah? Dia berkata, saya baru tahu kalo itu salah.. Semua krn si pelaku awal yg bejat itu.. 

Cerita kedua.. Seorang wanita cukup matang, sekitar 35 tahun datang sambil berteriak2 tidak mau diperiksa.. Setelah tenang, dia bercerita.. Dia adalah anak angkat yg dibuang orang tua kandungnya.. Dia juga korban KDRT, dipukuli kepalanya memakai bangku kayu berulang kali hingga akhirnya dia kabur dan menitipkan anaknya pada orang tua angkatnya. Dia merantau supaya bisa mengirim uang untuk anaknya.. Di perantauan, dia dijual oleh temannya ke singapura sebagai PSK yang harus melayani 10-12 orang per hari.. Selama 28 hari seperti itu hingga akhirnya dia berhasil kabur. Nasib buruk belum selesai, dia hamil.. Karena tak punya cukup uang untuk menebus si anak (di SG dia kabur jd tdk dibayar), dia meminta tolong anaknya dititip dulu sambil ibu ini bekerja di salon. Saat uangnya sudah cukup, dia kembali pada bidan yang membantu persalinannya.. Namun anaknya sudah dijual..

Cerita ketiga.. Seorang bapak datang padaku dengan pakaian rapih. Dia adalah seorang koki di kapal pesiar dan memiliki investasi kos2an, memiliki dua anak.. Namun semua hilang karena istrinya selingkuh lagi. Si suami dipukul dari belakang oleh selingkuhan si istri hingga harus dioperasi karena perdarahan di kepalanya. Saat sadar, rumah sudah dijual, kost-kostan dijual juga, anak diambil... Dia tidak boleh bertemu dengan anaknya dan diusir dari rumah yg ditinggali istrinya.. Dia tidak bisa berbuat banyak krn ingat anaknya dan keadaannya yg sudah lumpuh sebelah akibat perlakuan selingkuhan istrinya..

Adilkah seorang suami /istri baik2 terkena HIV dari pasangannya yg terbuai dosa demi kenikmatan sementara? Adilkah seorang anak yang menderita perlakuan kasar orang tuanya dan kabur dari kampungnya dan tetap dicaci? 

Ah, hampir setiap minggu saya mendengar berbagai cerita pasien yang membuat saya sedih, merinding dan berkesimpulan bahwa kita semua telah diperkosa oleh kegelapan.. Dunia semakin kejam.. Berdoalah semoga kita tetap dalam lindunganNya, jauhkan diri dari segala yang jahat.. Dan tetap tegarr... Serta...



Minggu, 22 Maret 2015

Berbagi suami

Di dunia ini ada tipikal manusia yang menyerahkan anak sama pembantu?
Ada... Banyak.. Apapun alasannya... Mulai dari ga bisa mandiin, sok kaya, sampai.. Pemalas! (Padahal ga kerja)

Nah ni org lebih aneh lagi..berbagi suami dalam satu kamar??
Iyaa.. Adaaaaaa banget! Ada yah satu istri residen yang berbagi kamar dengan suami dan pembantu! Alasannya supaya kalo sang nyonya tidur tidak diganggu sama suara tangisan anaknya.. Gw ga abis pikir... Tu kamar kecil.. Bisa2nya tu asisten dimasukin satu kamar? Ga kebayang kalo ml.. Atau...sekalian sama asistennya kali yahhh... #uppss... Sorii..

Bukan bermaksud menjelekkan.. 
Ini pelajaran! Gw cuman mau bilang melalui kasus ini.. 
Anak adalah titipan Tuhan.. Ga usah takut capek sama anak.. Suatu hari nanti, akan kita tuai apa yang kita tabur.. Dari kecil anak diasuh sama asisten, jangan harap dia akan peduli sama kita saat kita tua nanti.. Lagipula, mereka adalah anak kita.... Masa dikasih sama asisten or suster? Banyak kasus yg bikin kita ngeri sama kelakuan mereka.. Pikirlah.. Harta ajah kita simpen baik2... Ga kita suruh pembantu jagain, kan? Masa anak kita (yg jauhhhhh lebih berharga dari harta), kita kasihin sama pembantu? Where is your heart? (And your brain?)....
Kedua, fenomena kaya ga perlu.. Ga usah maksain! Sampai harus berbagi kamar dengan pembantu dalam satu kamar.. Satu kamar sampe 4 orang begitu... Kan kaya, pake asisten dua.. Hobi senam.. Belanja.. Kalo mampu, belilah rumah yang layak.. Jangan hanya takut terbangun karena anak menjadi rewel, atau menjaga ketentraman tidur, kita rela untuk mengesampingkan suami/pasangan kita dan menyerahkan bocah sama asisten.... Buat apa menghabiskan uang untuk hal yang tidak perlu tapi membiarkan anak dan suami terlantar kasih sayang?

Semoga ga ada manusia kaya gini lagi.. Semoga mikir kebutuhan biologis suami.. Jadi... Kalo suaminya jatuh ke pelukan yang lain.. Atau ke pelukan si asisten? Jangan salahin yang lainlah yaaa....

Selasa, 17 Maret 2015

Tips sukses PPDS

Beberapa org sering bertanya, meminta tips dan beberapa yg email pada saya ttg bagaimana menjadi PPDS... Banyak diantara teman saya yg sekali daftar langsung keterima, ga jarang sampe berkali2 bahkan ganti jurusan peminatan segala.. So? Kenapa bisa gitu? Belum lagi masalah banyak bermunculan saat menjalani masa residensi. Nah, berikut ini beberapa tips yang akan saya bagi sewaktu saya masih menjalani program residensi.... 

1. Saat ini kebutuhan dokter spesialis memang masih tinggi, namun patut menjadi pertimbangan bahwa umumnya mereka tersentralisasi di kota besar, atau pulau jawa.. Oleh karena itu, saat ini beberapa bagian memiliki kebijakan bahwa sang calon PPDS ini akan menjadi dokter spesialis yang akan membangun daerahnya.. Supaya terdapat pemerataan dan jelas abis ini mau kemana.. Maka tips pertama dan paling penting dari saya adalah....setelah ini anda tau mau ditempatkan dimana, jika perlu ada bukti rekomendasi dari rs bersangkutan yang menerangkan bahwa anda akan kembali ke rumah sakit tersebut..

2. Pas wawancara.. Jujur.. Simple yet crutial! Seringkali si calon itu telah mencoba jurusan yang sama di univ A, namun krn dewi fortuna sedang pms maka keberuntungan bukan milik dia hingga mencoba univ lain..kemudian saat wawancara ternyata ketahuan.. Yup, ada bagian yang seperti itu.. Entah taunya krn dari kolegium atau apapun.. Tapi, jujur itu penting! Ga lupa udah ptt, motivasi yg jelas, pelatihan yg mendukung (ya masa mau ambil bedah blum ikutan ATLS? Well dude, it's a true story dan sukses ga keterima karena alasan ituh), cv yg baik (ada minimal IPK  yaa).. Dan pas jawab tampak meyakinkan tapi ga sombong...

3. Support sistem.. Dalam hal ini intinya adalah keluarga. Mayoritas dari residen itu sudah menikah atau menikah saat masa residensi. Dan merekalah yang akan sering anda tinggalkan.. Anak babysitter? Anak nenek? Mantu ga pernah keliatan batang idungnya? Anak yang hilang ditelan bumi? Suami atau istri yang ga perhatian? Berapa banyak anak residen yang kesepian ditinggal orang tuanya? Oleh karena itu, dibutuhkan support system who always have our back! Keluarga ribut2, si residen menjalani semua sendiri, tentu menjadi beban, padahal kita tahu, menjadi residen saja sudah memiliki beban tersendiri.. So, be thankful if you got them.. Buat yang ga punya, berarti anda akan diberikan kekuatan menjalaninya.. Coz you are not alone! Kalo ga ada yg suport, cari pelarian.. Pria/wanita idaman lain misalnya, hahahahaha.... Bcanda keleusss... Ini beneran, it alwayssss works! Main sama anak! Mau secapek apapun, kalo liat si bocah pasti langsung segerrrrr... Ga tau, si anak itu mengandung amfetamin kali yaks?

4. Be possitive.. The one who decide it will be heaven or hell is...your thoughts!

5. Ikhlas... Sulit untuk menerima kenyataan dimarahi dosen atau senior saat anda sedang lelah sehabis jaga yang tidak bisa tidur, keadaan terhimpit, bukan kesalahan anda, anak sakit bahkan kemungkinan diusir dari kost di saat bersamaan? Well, hal itu bisa saja terjadi! Even worst! Jadi, bersikap ikhlas diperlukan.. Let it go.. Inhale, exhale.. This too shall pass..


6. Carilah teman seperjuangan yang "gila".. Yup, gila! Karena dengan orang2 seperti itulah yang akan membuatmu tetap tertawa, tetap berjuang dan tetap bersemangat.. Boleh berteman dengan si serius, kutu buku itu.. Karena kita akan belajar banyak.. Tapi berteman dengan si "gila" akan membuatmu tetap menjadi manusia.. Need balance! Ekstrimnya.. Knowing the right time to drunk and the right time to learn is the best way to enjoy recidency! 

7. Keep the fire! Ga banyak orang bisa mempertahankan semangat ketika pertama kali menjadi residen hingga akhir masa residensinya.. One thing keep in your mind.. Never forget the motivation


8. Ojek! Maksudnya disini adalah punya asisten yang bisa multi fungsi. Bisa itu ojek, supir dll.. Hahahha, walaupun anda punya mobil mewah, tapi ga akan pernah ada orang yang bisa mengantar anda kemanapun, kapanpun, mengambilkan apapun dimanapun secepat si ojek! Istilah kaki tangan itu penting! Krn anda tidak akan mungkin menghabiskan waktu untuk barang ketinggalan sementara pasien menumpuk, tugas blon kelar atau anak blum dijemput? Hemat waktu dan sangat efisien.. Percayalah, memiliki si kaki tangan kepercayaan kita akan sangat menguntungkan!

9. Cuek! Dan sabar... Hahhaha, saya adalah org yg ga pedulian.. Mungkin terlalu parah, hahhaa.. Tapi kalo setiap omongan dipikirin, bisa gila sendiri! Lah. Kita aja punya masalah.. Ditambah.. Ocehan senior cewek yang kaya bebek, kepo mampus or so.. Ga usah didengerin aje.. Toh ga akan menambah waktu anda dalam menyelesaikan sekolah anda.. Efisien dan selektif dalam mendengarkan.. Kalo ada yang rese, berdoa saja semoga yg pada rese itu cepat lulus.. Doa yg baik.. 

10. E-book.. Ga perlu semua dalam bentuk buku. Lagian, bisa hemat kertas dan duit buat fotokopi.. Kecuali lo mampu beli buku2nya semua.. Lagian, ilmu itu berkembang.. Pas ujian board dulu, temen saya bawa buku banyak bgt. Menenangkan hati sih iya, tapiiiiii ga gt guna jg, toh hitungan jam tinggal ujian. Kurang efektif aja sih menurut saya.. Kalo ada ebook ya akan jauh lbh praktis..

11. Jurnal.. Medicine is a never ending study.. Selalu berkembang.. Makanya update ilmu dengan jurnal.. Investasilah dengan daftar jurnal berbayar.. Rembukan gt berapa orang buat jurnal yg paling sering jadi kiblat bagian kita.. Atau bisa hubungi: (bukan promo, cm gw niat bantu kalian yaa) berrytokojurnal@gmail.com bayarnya 10.000 per jurnal kalo ga salah.. Cepet kerjanya.. Dan ringkes.. Atau pake cara saya, minta password library (institution login) suami yg ambil S3 di luar biar dapet akses jurnal berbayar dengan gratisssss... Hahahahaaa....

12. Never give up! You've come too far to be quit! Inget, ga semua orang bisa berada di posisi kita sekarang!
Yup, mau gimana juga sehari berlalu berarti makin dekat sama ujungnya.. Kalo dah mau ujian, tenang aja.. Nanti juga akan dilewati, cepat atau lambat...

13. Cerdas.. Cerdas cari tempat buat tidur bentar, cerdas cari waktu buat makan, main dan jemput anak! Hehheeee.. Orang "cerdas" itu perluu.. Ada yg hobinya menghilang, mau gimana juga tiba2 bisa "hilang" mendadak, atau tiba2 nunduk taunya ketiduran tanpa ketahuan (mungkin dia lelah!) Menurut saya, diperlukan skill untuk hal seperti itu.. Trus belajar dengan cerdas..nyicilll, mulailah belajar dari yang paling lo suka,, bukan yg paling susah (berdasarkan kata2 senior paling cerdas dan paling baikkk yg udah jadi dosen gw). Jadi stress lo berkurang karena bahan yg paling lo suka udah dikuasai.. Buat catatan kecil yaa.. Info lengkap bisa ditilik di blog gw yg lain (tips untuk ibu2 residen di www.herbert-tuti-nlo.blogspot.com )

14. Belajar bersama.. Kedokteran itu luasssss... Kalo lo bisa hatam semua textbook, lucky you! Tapiii... Hanya 1% yang bisa hatam semua buku. Jadi kalo lo termasuk 99%, lebih baik diskusi, belajar bersama krn apa yg lo baca mungkin beda persepsi dg yg lain baca. Bisa saling melengkapi juga.. Jangan diem aja kalo lg diskusi.. Dosen gw selalu mengingatkan, belajar bersama.. Ga bisa hanya seorang diri.. Cari teman yg bisa belajar bersama, saling berbagi..

15. Money! Hahahaa.. You cant buy a smile with money but you can buy anything with money to make you smile! Minimal makanan, atau baju anak, mainan anak, atauu. Hahahaa.. Semua butuh duit, dear.. Tips: jangan buka instagram ketika anda kesal.. Open order, sis.. POnya kakakkk... LOL! O la laaaa....

16. Berdoa! You cant imagine the power of pray!

Yup, segitu ajah deh.. Semoga bermanfaat.. Semoga pada cepet lulus, pada sukses, pada langgeng sama suami/istrinya, anaknya pada sehat, semoga yg blum dapet jodoh didekatkan jodohnya (padamu, bukan padaNya sampe disebelahNya, hahaahaa).. Selamat malam, Indonesia! 

Dalam keremangan malam.. 03.39